Ringkasan Berita:
- Bandara Madinah menyediakan fasilitas mobil golf dan kursi roda gratis bagi jemaah haji lansia dan disabilitas tahun 2026.
- Mobil golf siaga di Terminal Haji untuk mengantar jemaah dari area kedatangan menuju ruang tunggu atau Hajj Pavilion.
- Petugas PPIH Daker Bandara bersiaga memberikan jasa dorong kursi roda tanpa dipungut biaya apa pun bagi jemaah yang membutuhkan.
- Tersedia layanan konsultasi fiqih khusus perempuan melalui petugas pembimbing ibadah perempuan di Madinah, Jeddah, dan Makkah.
- Sekitar 56 persen dari total jemaah haji Indonesia adalah perempuan, dengan 33.000 jemaah di antaranya merupakan lansia kategori risiko tinggi.
Madinah (beritajatim.com) – Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti mobil golf dan kursi roda secara gratis guna menyambut jemaah haji lansia dan disabilitas Indonesia pada musim haji 2026.
Layanan ini disiagakan untuk memudahkan mobilisasi jemaah dari terminal kedatangan menuju ruang tunggu (Hajj Pavilion) di tengah arus kedatangan yang semakin padat.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi bahwa operasional fasilitas ini berada di bawah pengawasan langsung petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara.
Penyiapan armada khusus ini menjadi krusial mengingat data menunjukkan bahwa mayoritas jemaah haji reguler tahun ini masuk dalam kategori risiko tinggi (Risti).
Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa mobil golf atau golf car ditempatkan secara strategis di Terminal Haji. Fasilitas ini bertujuan untuk memangkas jarak tempuh jemaah yang mengalami keterbatasan fisik agar tidak kelelahan saat baru saja mendarat setelah perjalanan udara yang panjang.
“Bagi jemaah yang memanfaatkan jasa dorong kursi roda dan golf car tidak ada biaya yang dibebankan kepada jemaah atau gratis,” tegas Abdul Basir pada Kamis (23/4/2026).
Bimbingan Fiqih Khusus Jemaah Perempuan
Selain fokus pada fasilitas fisik bagi lansia, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memberikan perhatian khusus bagi jemaah perempuan yang mendominasi komposisi jemaah tahun ini.
Akses konsultasi bimbingan ibadah perempuan kini tersedia di berbagai titik strategis, mulai dari bandara hingga pemondokan di Madinah dan Makkah.
Layanan ini menghadirkan petugas bimbingan ibadah perempuan profesional untuk menjawab berbagai persoalan fiqih wanita yang sering muncul selama rangkaian ibadah haji. Hal ini dinilai efektif meningkatkan kenyamanan dan kemantapan ibadah jemaah haji Indonesia.
“Untuk layanan ramah perempuan, cenderung untuk program bimbingan ibadah terkait fiqih perempuan. Jemaah haji kita banyak perempuan, mereka perlu konsultasi fiqih perempuan itu harusnya kepada petugas pembimbing ibadah perempuan,” tambah Basir.
Statistik Jemaah Haji Indonesia 2026
Tantangan pelayanan pada musim haji 1447 H ini tercermin dari data demografi jemaah yang diberangkatkan. Dari total 203.320 jemaah haji reguler, sekitar 80 persen terdeteksi memiliki kondisi risiko tinggi yang memerlukan pemantauan medis secara periodik.
Secara lebih rinci, terdapat 33.000 jemaah lansia yang berusia di atas 65 tahun. Sementara itu, keterlibatan kaum perempuan mencapai angka 56 persen dari total kuota nasional sebesar 221.000 jemaah. Angka-angka ini menjadi dasar bagi PPIH Arab Saudi untuk memperkuat layanan inklusif di seluruh sektor.
Seluruh fasilitas pendukung di Bandara Madinah, termasuk distribusi air mineral untuk mencegah dehidrasi dan kesigapan petugas dalam mengarahkan rombongan, telah terintegrasi dengan sistem digital Kartu Nusuk.
Jemaah pun diimbau untuk tidak ragu meminta bantuan kepada petugas resmi yang mengenakan seragam Kemenhaj RI di lapangan guna mendapatkan layanan prioritas tersebut. [ian/beq]






