Jember (beritajatim.com) – Uji seleksi direksi badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi arena adu gagasan antarpeserta.
Ada dua puluh tiga orang peserta yang memperebutkan satu posisi direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Pandalungan dan tiga posisi direksi Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan.
Mereka diuji oleh tim seleksi yang diketuai Dyah Wulan Sari, guru besar Universitas Airlangga yang juga anggota Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), di kantor Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani Nomor 1, Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, 23-24 April 2026.
Ada tiga ujian yang harus dijalani para peserta, yakni psikotes pada 23 April, dan presentasi makalah rencana bisnis serta ujian kompetensi tertulis dan wawancara pada 24 April 2026.
Hasti Utami, pengusaha sektor pariwisata yang mencoba peruntungan untuk menjadi direktur produksi, pemasaran, dan pengembangan PDP Kahyangan menyebut, tes berlangsung baik dan profesional.
Dia menyebut uji seleksi tersebut pengalaman yang baik untuk belajar dan berkembang. “Kami benar-benar full time hampir tanpa istirahat dari pagi sampai malam. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya, sehingga jadi ruang positif untuk saling menunjukkan kapasitas masing-masing,” kata Hasti, Jumat (24/4/2026).
Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember ini melihat posisi direktur PDP Kahyangan sebagai ruang pengabdian dan kesempatan berkontribusi untuk Jember lebih luas. “Ini bukan soal posisi. Tapi bagaimana kita bisa memberikan kontribusi nyata,” katanya.
Hasti yakin berbekal pengalamannya menjalankan bisnis mandiri bisa ikut mendorong potensi PDP Kahyangan. “Saya menawarkan visi untuk mendorong perusahaan tak hanya berbasis produksi, tapi mampu menciptakan nilai tambah dan berdaya saing,” katanya.
Kuncinya ada pada penguatan integrasi usaha, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan peran dan kesejahteraan tenaga kerja. “Di sini ada transformasi dari PDP yang konvensional dengan single sector oriented menjadi multisector, dari berorientasi komoditas menjadi berorientasi nilai, dan berorientasi produsen menjadi berorientasi sebagai pengelola ekosistem,” kata Hasti.
“Kata kuncinya adalah integrasi dan kolaborasi. Pendekatannya membangun sistem usaha yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan,” kata Hasti.
Hasti juga memuji pelayanan yang diberikan kepada seluruh peserta. Mereka difasilitasi transportasi gratis dari Jember ke Surabaya. “Disiapkan hotel yang nyaman dan makanan yang semuanya enak. Jadi saya melihat Jember ini mewah. Mungkin karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember tembus Rp 1 triliun,” katanya.
Pujian juga diberikan Rendra Wirawan, pelamar posisi direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Pandalungan. “Pelayanannya bagus. Ini seleksi terbaik yang pernah saya ikuti,” kata mantan anggota DPRD Jember ini.
Sementara itu anggota TP3D dan mantan anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo melamar posisi direktur produksi, pemasaran, dan pengembangan PDP Kahyangan karena ingin berpartisipasi membantu Pemkab Jember dalam mengembangkan perusahaan. “Biar tujuan BUMD untuk meningkatkan pendapatan asli daerah bisa terwujud,” katanya.
Nyoman pynya visi menjadikan PDP Kahyangan sehat, profesional, dan membanggakan. Visi ini dituangkan dalam makalah rencana bisnis. “Itu lumayan berat,” katanya.
Tak cukup itu. Intelektualitas Nyoman dan para kandidat direktur juga diuji. “Ada uji studi kasus, uji pembuatan proposal, dan uji kompetensi diri,” katanya.
Sementara Dima Ahyar mendaftarkan diri menjadi calon direktur umum dan keuangan PDP Kahyangan karena nelihat potensi perusahaan tersebut belum terkelola optimal, “Visi saya PDP mnjadi BUMD mandiri dan optimal memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jember,” katanya.
Dima percaya diri untuk mengemban tugas itu. “Misi saya meningkatkan profit perusahaan dan kontribusi sosial ekonomi masyarakat,” katanya kepada Beritajatim.com. [wir/beq]






