Ponorogo (beritajatim.com) – Fakta baru terungkap di balik kerusakan berulang Jalan Raya Ponorogo–Pacitan di kilometer 227, Desa Wates, Kecamatan Slahung.
Hasil kajian terbaru menunjukkan adanya sesar di kedalaman 35 meter di bawah badan jalan. Temuan ini menjadi penjelas utama mengapa ruas tersebut tak pernah benar-benar stabil sejak mengalami kerusakan pertama kali pada 2017.
“Kami sudah libatkan akademisi, ada pergeseran tanah dari kajian penelitian kemungkinan ada sesar di kedalaman 35 meter,” kata Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Madiun Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Jarwoto, ditulis Jumat (24/4/2026).
Penelitian yang dilakukan Dinas PU Bina Marga Jawa Timur bersama akademisi, termasuk tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkap bahwa struktur geologi di kawasan perbukitan Desa Wates tergolong kompleks.
Sesar yang berada jauh di bawah permukaan memicu pergerakan tanah secara perlahan, namun terus-menerus. Dampaknya, badan jalan mengalami penurunan meski sudah berulang kali diperbaiki.
Dengan kondisi tersebut, opsi penanganan permanen dinilai belum memungkinkan untuk diterapkan dalam waktu dekat.
Selain membutuhkan teknologi tinggi, biaya yang harus disiapkan juga sangat besar. Mulai dari pemasangan struktur penahan hingga kemungkinan relokasi jalur. Karena itu, pemerintah memilih langkah yang lebih realistis dengan penanganan bertahap.
“Sementara baru tambah urugan saja dan diaspal sekiranya sudah stabil, nanti kalau amblas kami ulangi kembali,” terangnya.
Ruas yang terdampak memiliki panjang sekitar 300 meter dan berada di titik tikungan, sehingga meningkatkan kerawanan bagi pengguna jalan. Upaya mitigasi juga dilakukan dengan menambah saluran air guna mengurangi tekanan pada tanah saat musim hujan. Meski begitu, pengawasan tetap diperketat karena potensi pergerakan tanah masih terus terjadi.
“Memang ruas ini masih menjadi pekerjaan rumah kami dan kami pantau terus,” pungkasnya.(end/ted)






