Ponorogo (beritajatim.com) – Fenomena menarik terlihat menjelang keberangkatan calon jamaah haji (CJH) asal Ponorogo. Ratusan koper milik calon jamaah kini dipasangi berbagai kode unik sebagai penanda pribadi. Mulai dari boneka kecil, kain berwarna mencolok, hingga rajutan khas, semuanya menjadi ciri pembeda agar koper tidak tertukar saat di Tanah Suci.
“Inisiatif penanda unik ini memang tidak ada himbauan khusus dari kami, tetapi dilakukan sendiri oleh jamaah untuk memudahkan mereka,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo, Marjuni, Jumat (24/4/2026).
Menurut Marjuni, penandaan koper ini terbukti sangat membantu saat proses distribusi barang di Arab Saudi. Setibanya di hotel, koper jamaah biasanya diturunkan satu per satu di lobi. Dalam kondisi tersebut, jamaah akan lebih mudah mengenali barang miliknya jika sudah diberi tanda sejak dari Tanah Air.
“Biasanya koper diturunkan di lobi hotel, sehingga kalau sudah ada tanda khusus sejak awal. Jamaah tidak kesulitan saat mengambil koper untuk dibawa ke kamar masing-masing,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, tanpa adanya penanda, jamaah berpotensi mengalami kesulitan, terutama dalam kondisi ramai dan terburu-buru. Situasi ini kerap terjadi karena jumlah koper yang banyak dan bentuknya yang hampir seragam. Karena itu, penanda unik menjadi solusi sederhana namun efektif.
“Kalau tidak ada penanda khusus, dalam kondisi tertentu jamaah bisa kesulitan membedakan koper mereka,” kata Marjuni.
Pun Marjuni menegaskan bahwa penambahan tanda pada koper diperbolehkan selama tidak mengganggu identitas resmi yang sudah ditetapkan. Kreativitas jamaah pun terlihat dari berbagai bentuk penanda yang digunakan, seperti dasi, kain, boneka hingga aksesoris lainnya yang mudah dikenali.
“Yang penting tanda itu tidak mengganggu identitas resmi koper. Selama nyaman dan mudah dikenali, seperti boneka, kain, atau rajutan, itu tidak masalah,” jelasnya.
Dengan adanya inisiatif tersebut, pihak penyelenggara justru merasa terbantu dalam proses pelayanan. Penanda unik tidak hanya memudahkan jamaah, tetapi juga mempercepat distribusi koper di lokasi tujuan. Tasrip Matbrahim, salah satu calon jamaah haji Ponorogo tahun 2026 mengungkapkan tanda di kopernya ialah boneka kecil. Tanda unik bonekah kecil itu, juga ada di koper istrinya. Dirinya dan istri memilih tanda boneka bukan tidak ada maksud. Tasrip menyebut jika sudah di Tanah Suci, melihat boneka itu, dirinya bisa mengobati kerinduan cucunya yang ada di Indonesia.
“Ya milih kode boneka, ya supaya selalu ingat cucu di rumah,” pungkasnya. [end/aje]






