Jember (beritajatim.com) – Muhammad Fawait, Bupati Jember, dinobatkan menjadi Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan dalam resepsi perayaan dua dasawarsa Beritajatim.com, di Grand City Convention and Exhibition Hall, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026).
Anugerah Beritajatim Award ini diserahkan oleh Wenseslaus Manggut, tokoh senior media digital dan pemrakarsa Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Regar Jeane Dealen Nangka.
Bupati Fawait tidak bisa hadir karena sedang sakit. “Saya izin masih menepi, karena kurang sehat. Saya mohon maaf tidak busa hadir,” katanya.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, berterima kasih kepada Beritajatim.com atas penghargaan tersebut. Ini penghargaan kedua dari Beritajatim.com kepadanya.
Sebelumnya, dalam perayaan HUT Beritajatim.com pada 23 April 2025 di Surabaya, dia menerima penghargaan kategori demokrasi karena komitmennya untuk mempertahankan tradisi keterbukaan informasi Pemerintah Kabupaten Jember, melalui program Wadul Guse.
Penghargaan tahun ini dipersembahkan Gus Fawait untuk seluruh aparatur sipil negara Pemkab Jember yang hari-hari ini bergerak melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan. “Tidak melihat asalnya dari mana, apakah guru, apakah tenaga kesehatan, apakah lainnya, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember valid,” katanya.
“Kedua, kami tidak akan surut semangat untuk mengatasi permasalahan utama di Jember, dan mungkin ini juga permasalahan utama di Jawa Timur, yaitu pengentasan kemiskinan. Kita tahu kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain,” kata Fawait.
Angka tengkes, angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan tindak kriminal dipicu faktor kemiskinan. “Maka Pemkab Jember dalam hal ini akan terus berjuang, walau pun pada 2025, performa kemiskinan kita salah satu yang terbaik di Jawa Timur dan terbaik di Tapal Kuda,” kata Fawait.
Fawait menekankan perlunya kerja lebih keras untuk menurunkan angka kemiskinan lebih drastis. “Harapan saya kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200 ribu jiwa, karena sepuluh tahun terakhir ini angka kemiskinan di Jember secara absolut masih di atas angka itu,” katanya.
“Saya akan bekerja keras bersama seluruh organisasi perangkat daerah dan tim untuk menurunkan angka kemiskinan semaksimal mungkin dengan strategi jangka pendek, menengah, maupun panjang yang sudah kami siapkan,” kata politisi Partai Gerindra ini. [wir/but]






