Gresik (beritajatim.com) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Gresik. Kawasan industri terpadu ini resmi menerima penghargaan bergengsi dari Beritajatim.com sebagai “Magnet Investasi dan Kawasan Ekonomi Terpadu Jawa Timur” yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan JIIPE dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta keberhasilannya menarik investasi dalam skala besar, baik dari dalam maupun luar negeri.
Berlokasi strategis di Kabupaten Gresik, JIIPE dikenal sebagai kawasan industri terintegrasi yang menggabungkan pelabuhan laut dalam, kawasan industri modern, dan fasilitas logistik dalam satu sistem terpadu. Model ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional industri sekaligus memperkuat daya saing kawasan di tingkat global.
Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, arus investasi yang masuk ke JIIPE menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sejumlah perusahaan besar dari sektor energi, petrokimia, dan manufaktur telah beroperasi di kawasan ini, menjadikannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
Community Development (Comdev) Manager JIIPE, Yudi Darjanto, menegaskan penghargaan ini menjadi bukti nyata kepercayaan publik dan industri terhadap kualitas serta potensi kawasan. KEK JIIPE, lanjutnya, akan terus berkomitmen menghadirkan inovasi dan meningkatkan layanan guna menarik lebih banyak investor di masa depan.
“Dukungan pemerintah melalui berbagai insentif fiskal dan kemudahan perizinan di kawasan KEK turut menjadi faktor penting dalam kesuksesan JIIPE. Hal ini menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif di tengah dinamika ekonomi global,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Penghargaan dari Beritajatim.com ini sekaligus memperkuat posisi KEK JIIPE Gresik sebagai ikon kawasan industri modern dan motor penggerak ekonomi dalam menarik investasi ke Jawa Timur.
Direktur Utama Portal Jatim, Dwi Eko Lokononto, menuturkan kontribusi KEK JIIPE terlihat dari kemampuannya menghadirkan berbagai proyek strategis nasional serta menarik investor global di sektor industri, logistik, dan energi.
Hingga tahun 2025, KEK JIIPE Gresik mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp106,3 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 30 persen dari total investasi seluruh KEK di Indonesia yang mencapai Rp336 triliun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai motor utama hilirisasi industri nasional.
External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan akumulasi investasi sepanjang periode 2021 hingga 2025.
“Secara akumulatif, total investasi sebelum dan sesudah penetapan KEK mencapai Rp111,5 triliun,” ungkapnya, merujuk pada tambahan investasi awal sebesar Rp5,2 triliun saat kawasan masih berstatus JIIPE.
Dampak ekonomi dari KEK Gresik juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik meningkat dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025. Sementara itu, angka pengangguran berhasil ditekan dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir, seiring terbukanya lapangan kerja baru dan berkembangnya aktivitas industri di kawasan tersebut.
Dengan capaian tersebut, JIIPE semakin menegaskan perannya sebagai kawasan industri terintegrasi yang tidak hanya menarik investasi besar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. [dny/but]






