Surabaya (beritajatim.com) – PT HM Sampoerna Tbk meraih penghargaan Surabaya Industrial & Labour (SIL) Award 2026 kategori Perusahaan dengan Hubungan Industrial Harmonis dalam ajang SIL Festival 2026 yang digelar di Grand City Convex. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada malam penutupan acara.
“Surabaya bisa hebat karena para pelaku usahanya adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka bersama pemerintah membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi,” kata Eri.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan kota, terutama dalam menggerakkan ekonomi dan menekan angka pengangguran, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci dalam memperkuat roda perekonomian daerah.
SIL Award sendiri merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkontribusi nyata dalam pembangunan industri dan ketenagakerjaan di Kota Surabaya. Khusus kategori Hubungan Industrial Harmonis, penghargaan diberikan kepada perusahaan yang mampu membangun hubungan kerja yang stabil, dialogis, dan produktif.

Selain penghargaan, rangkaian SIL Festival 2026 juga menghadirkan job fair yang berhasil menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja ber-KTP Surabaya. Capaian ini mendapat apresiasi dari pemerintah kota sebagai langkah konkret menekan pengangguran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Dari sekitar 3.000 pendaftar, sebanyak 1.920 peserta lolos tahap seleksi untuk mengikuti walk-in interview dan psikotes.
“Kami berharap 1.000 lebih pekerja ber-KTP Surabaya bisa diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja, Pemerintah Kota Surabaya juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Disperinaker bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan menyusun rencana strategis terkait pelatihan vokasi dan pendampingan ekspor bagi pelaku UMKM.
“Ke depan, tentunya kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak, terutama Kadin untuk menuntaskan masalah pengangguran di Kota Surabaya,” tambah Hebi. [beq]






