Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat jejaring internasional melalui P2A Indonesia Chapter Annual Meeting 2026 di Bandung. Pertemuan ini membahas penguatan mobilitas regional secara berkelanjutan.
Direktur Kerjasama dan Pemeringkatan Global Unusa, Dr. Ika Mardiyanti, hadir langsung dalam agenda itu. Ia menjajaki peluang pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga program magang lintas negara di kawasan ASEAN.
Keikutsertaan dalam konsorsium Passage to ASEAN (P2A) menjadi langkah taktis Unusa membuka akses kolaborasi global. Ika menilai wadah ini efektif memfasilitasi interaksi antarperguruan tinggi di tingkat internasional.
“P2A merupakan konsorsium internasional yang memfasilitasi interaksi antarperguruan tinggi di ASEAN, baik dalam bentuk inbound maupun outbound student, research, dan internship,” ujar Ika ditulis Senin (20/4/2026).
Cara ini menjadi program strategis institusi mengejar Indikator Kinerja Utama (IKU). Peningkatan mobilitas akademik menjadi prioritas demi memperkuat daya saing lulusan di pasar kerja internasional.
“Ini juga menjadi program strategis Unusa dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama,” kata Ika.
Forum tahunan ini melibatkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi besar di Indonesia. Hadir Rektor Telkom University Suyanto, Rektor Universitas Islam Indonesia Fathul Wahid, serta perwakilan dari Binus University.
Diskusi berfokus pada penyelarasan program dan prinsip timbal balik antaranggota konsorsium. Kerja sama ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif bagi seluruh sivitas akademika.
Partisipasi aktif Unusa dalam forum internasional ini mempertegas komitmen kampus meningkatkan kualitas pendidikan. Lewat penguatan jejaring ini, mahasiswa dan dosen mendapat peluang lebih luas di kancah global.
Visi Unusa sebagai kampus adaptif dan inovatif juga terus didorong melalui kolaborasi strategis. Institusi berupaya tetap relevan di tengah dinamika perubahan sistem pendidikan tinggi dunia saat ini. [ipl/aje]






