Tuban (beritajatim.com) – Duka mendalam menyelimuti keluarga Kapten Marindra W, pilot helikopter PK-CFX yang menjadi korban dalam kecelakaan tragis di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis 16 April 2026 kemarin ternyata Pilot Marindra W asalnya dari Kabupaten Tuban.
Diketahui, Kapten Marindra lahir dan besar di Kabupaten Tuban, setelah itu menetap di Surabaya karena pekerjaannya. Namun, almarhum telah dimakamkan pada hari Jumat 17 April 2026 kemarin di Sidoarjo, Jawa Timur.
Helikopter yang dikemudikan Pilot Marindra ini PK-CFX jenis Airbus H-130T2 yang dilaporkan jatuh saat menjalankan misi penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya. Namun, sebelum itu pesawat tersebut sempat hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang.
Dalam insiden nahas tersebut, seluruh 8 crew dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sehingga, proses evakuasi melibatkan ratusan personel TNI Angkatan Darat dari Kodam XII/Tanjungpura.
Adapun Kapten Marindra ini memiliki istri bernama Rena Purnama Dewi dan dua orang anak yang ditinggalkan. Selain itu, Kapten Marindra diketahui merupakan anak dari pasangan Setiyono dan Prapti Indah yang memiliki 5 saudara. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan seprofesi dan masyarakat yang mengenalnya.
Sementara itu, Ketua RT Kelurahan Baturetno, Tuban Arifin (62) membenarkan bahwa Kapten Marindra merupakan warganya. Ia menyebut almarhum lahir hingga dewasa di Tuban, sebelum akhirnya pindah dan menetap di Surabaya sejak tahun 2000.
“Ya benar, Mas Marindra warga Baturetno sini, lahir hingga dewasa di Tuban. Namun memang sudah lama tinggal di Surabaya,” ungkap Arifin. Sabtu (18/04/2026).
Meski begitu, Arifin mengaku jarang bertemu dengan almarhum karena kesibukan pekerjaan. Sedangkan, Kapten Marindra hanya rutin pulang kampung pada momen tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri.
“Terakhir pulang saat Lebaran kemarin,” imbuhnya.
Kabarnya, jenazah Kapten Marindra rencananya dimakamkan di kawasan pemakaman militer di wilayah Sidoarjo, tepatnya di Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati dan kedua orang tua almarhum telah berangkat ke Surabaya untuk mengikuti proses pemakaman.
Kapten Marindra sendiri dikenal sebagai sosok kapten yang profesional dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Sehingga, suasana duka menyelimuti rumah kapten Marindra yang berada di Perumahan Grand Surya, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Hingga, puluhan karangan bunga dari kerabat dan rekan kerja mulai berdatangan sebagai bentuk belasungkawa. [dya/ian]






