Kediri (beritajatim.com) – Kabupaten Kediri sukses menjadi tuan rumah Mojokuto Championship Piala Bupati Kediri yang diikuti hampir 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia di kawasan Simpang Lima Gumul pada Sabtu (18/4/2026) sebagai ajang pembinaan olahraga sepeda usia dini.
Event olahraga push bike ini menjadi momentum penting dalam menjaring dan membina bibit atlet sejak usia dini, sekaligus mendorong lahirnya generasi pesepeda berprestasi di masa depan.
Mewakili Bupati Kediri, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Kediri, Sumarlan, menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kejuaraan tersebut yang dinilai tidak sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda.
“Kita harapkan ke depan atlet-atlet cilik ini tumbuh menjadi atlet yang benar-benar berprestasi di dewasa nanti dan tentunya khususnya di Kabupaten Kediri, karena Kabupaten Kediri punya program agar kegiatan olahraga yang diwadahi KONI ini, ke depan bisa berprestasi lagi di tingkat Jawa Timur,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat karena peserta datang dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Madura hingga Kalimantan, sehingga turut mendorong okupansi penginapan dan perputaran ekonomi lokal.
“Mudah-mudahan menginapnya entah itu di hotel atau di penginapan atau di tempat-tempat yang lain, tentunya bagaimanapun ini adalah salah satu kolaborasi ya, kerja sama antara panitia dengan masyarakat sehingga masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya terhadap event-event yang kita lakukan secara berkolaborasi, baik itu dengan KONI serta pihak-pihak yang lainnya,” terangnya.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan atlet sepeda sejak usia dini.
“Kalau push bike itu lebih ke pembinaan yang kreasi ya. Jadi, kita berkolaborasi dengan ke push back ini yang harapannya untuk membibit atlet-atlet bersepeda,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa KONI Kabupaten Kediri tengah menyiapkan atlet terbaik melalui pembinaan berjenjang untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Ketua Aspina Jawa Timur, Agung Dwi Nugroho, menilai event seperti ini penting untuk membangun mental dan pengalaman bertanding anak-anak sejak dini.
“Event-event ini digelar bertujuan untuk pertama, dia mengasah mental, yang kedua, dia memberikan dia jam terbang, yang ketiga, pembibitan usia dini yang sebelumnya dia hanya main-main, kita coba memungkinkan event di sini biar dia mentalnya terbentuk, yang dia mau jenjangnya lebih bagus, berprestasi, dia di sini sudah ada wadahnya seperti itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, Mojokuto Championship menjadi event pertama berskala besar di Kabupaten Kediri, meski kegiatan serupa sebelumnya telah beberapa kali digelar di Kota Kediri.
Sementara itu, Ketua Komunitas Mojokuto Pare, Dany Anggriawan, mengungkapkan total peserta mencapai 496 anak dari berbagai daerah, dengan kategori usia mulai 2 hingga 7 tahun, baik putra maupun putri.
“Kalau event ini hampir 500 peserta gitu, dari berbagai daerah yang datang. Untuk kategori umur dari, kategori umurnya mulai 2023, ada Boys Girl 2022 sampai 2007,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Sekar Arum (3) asal Blitar, turut menunjukkan antusiasme tinggi. Orang tuanya, Handy, menyebut kegiatan ini menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget sekaligus menyalurkan hobi bersepeda. “Daripada bermain gadget terus, lebih baik ikut kegiatan seperti ini. Anak jadi lebih aktif, berani, dan percaya diri,” ujarnya.
Dengan tingginya partisipasi dan dukungan berbagai pihak, Mojokuto Championship diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mencetak atlet muda berbakat serta membawa nama Kabupaten Kediri bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. [nm/kun]






