Tuban (beritajatim.com) – PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggelar kegiatan
pelatihan digital marketing dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) di wilayah Ring 1 Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang diikuti oleh 85 peserta.
Area Manager CSR & Comrel TPPI, Tinoto Hadi Sucipto mengatakan sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, melalui pemanfaatan teknologi digital serta pengembangan usaha produktif berbasis perikanan sederhana.
“Program ini juga merupakan bagian dari komitmen TPPI dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Tinoto Hadi Sucipto. Jumat (17/04/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan tantangan dalam menjalankan usaha, sehingga materi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan secara langsung.
“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, sehingga para peserta tidak hanya memahami konsep digital marketing, tetapi juga mampu mengimplementasikannya,” jelas Tinoto sapanya.
Selain itu, harapannya masyarakat dapat mengembangkan usaha budidaya ikan guna meningkatkan pendapatan dan daya saing. Serta, ilmu yang telah diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, TPPI bersama KADIN dan HIPMI terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta menciptakan masyarakat yang produktif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan era digital, mengingat tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan keterampilan dan peluang usaha,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Mukaffi Makki, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mendukung pengembangan UMKM binaan, khususnya di wilayah Ring 1, agar semakin produktif, melek digital, serta mampu menciptakan peluang usaha baru.
“Harapannya melalui kegiatan ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ring 1,” tutup Mukaffi Makki. [dya/ted]






