Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro menargetkan penerbitan sebanyak 22.000 Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026. Program tersebut akan menyasar 36 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Kasubag Tata Usaha BPN Bojonegoro, Chairul Anwar, mengatakan bahwa target tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2026, target SHAT sebanyak 22.000 sertifikat yang tersebar di 36 desa. Sedangkan untuk PBT (Pengukuran Bidang Tanah) ditargetkan seluas 9.000 hektare,” ujar Chairul Anwar, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025, realisasi program PTSL mencapai 15.300 sertifikat dengan luas PBT sebesar 8.000 hektare.
“Kalau dibandingkan tahun 2025, ada peningkatan baik dari sisi jumlah sertifikat maupun luas pengukuran bidang tanah,” tambah Chairul.
Saat ini, lanjut Chairul, tahapan program PTSL 2026 sudah memasuki proses pengumpulan data yuridis dan pemeriksaan tanah di lapangan.
BPN Bojonegoro menargetkan seluruh program PTSL tahun 2026 dapat selesai 100 persen pada September. “Sehingga masyarakat bisa segera menerima sertifikatnya,” pungkasnya. [lim/suf]






