Lamongan (beritajatim.com) – Prof. Mahfud MD menyoroti urgensi etika akademik di tengah meningkatnya berbagai pelanggaran di dunia Pendidikan. Itu diungkapkan saat dirinya menjadi pemateri dalam kuliah umum yang digelar Fakultas Agama Islam (FAI) di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Jumat (17/4/2026).
Pria yang merupakan seorang pakar hukum tata negara itu menyebut, fenomena plagiarisme, fabrikasi dan falsifikasi data, hingga praktik publikasi tidak jujur, menjadi faktor yang dapat merusak kualitas akademik.
“Jika seseorang berani menipu dalam kegiatan akademik, maka sangat mungkin ia akan melakukan tindakan tidak jujur di tengah masyarakat, termasuk perilaku koruptif,” katanya.
Menurut Mahfud MD, etika akademik harus menjadi fondasi utama yang mencakup kejujuran ilmiah, objektivitas, keadilan, serta akuntabilitas.
“Kesalahan ilmiah masih dapat dimaklumi, namun kebohongan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun,” ucap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2011 itu.
Dalam kuliah umum tersebut, Mahfud MD juga mengkritisi fenomena komersialisasi pendidikan seperti jual beli ijazah dan sertifikat, serta maraknya jurnal predatori.
“Maka dari itu, etika akademik sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari filosofi pendidikan nasional, yang menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan akhlak,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor Unisda, Hafidh Nashrullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Unisda dalam membangun budaya akademik yang sehat, berintegritas, dan berkualitas.
“Etika akademik harus menjadi napas dalam setiap aktivitas keilmuan di lingkungan kampus,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai integritas harus dilakukan oleh seluruh civitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan.
“Ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kredibel dan berdaya saing,” kata Hafidh.
Kuliah umum ini juga melibatkan jajaran pimpinan Unisda, di antaranya Ketua Senat, Prof. Afif Hasbullah, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam, Prof. Babun Suharto, yang turut mendukung penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. [fak/suf]






