Ringkasan Berita:
- Penghargaan Bergengsi: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menerima gelar Tokoh Transformasi Tata Kelola Ibadah Haji dari PWI Jawa Timur.
- Momentum HPN: Penyerahan penghargaan dilakukan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 PWI di Surabaya, Kamis (16/4/2026).
- Fokus Layanan: Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Kemenhaj dalam membangun sistem perhajian yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas layanan jemaah.
- Sinergi Media: Menhaj menegaskan pentingnya peran pers dalam mengawal dan mengedukasi masyarakat terkait penyelenggaraan haji nasional.
Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, resmi menerima penghargaan sebagai Tokoh Transformasi Tata Kelola Ibadah Haji dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur pada Kamis (16/4/2026). Apresiasi tersebut diberikan dalam acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI yang berlangsung khidmat di Surabaya.
PWI Jawa Timur menilai Menhaj memiliki kontribusi besar dalam mendorong reformasi birokrasi di tubuh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Transformasi yang dilakukan fokus pada penguatan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji agar lebih transparan, akuntabel, serta mengutamakan peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia.
Menhaj menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen di kementeriannya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi katalisator bagi pemerintah untuk terus menyempurnakan sistem perhajian nasional, terutama menjelang operasional haji 2026.
“Penghargaan ini bukan semata untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh jajaran Kemenhaj yang terus bekerja keras melakukan transformasi layanan haji. Ini menjadi penguat komitmen kami untuk menghadirkan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan jemaah,” ujar Menhaj Moch. Irfan Yusuf saat menerima penghargaan di Surabaya.
Komitmen Pelayanan dan Transparansi
Reformasi tata kelola haji menjadi pilar utama pemerintah dalam memastikan keamanan dan kenyamanan tamu Allah. Menhaj menegaskan bahwa setiap perubahan sistem harus memiliki dampak nyata yang bisa dirasakan langsung oleh jemaah, baik sejak masa persiapan di tanah air hingga proses ibadah di Arab Saudi.
“Fokus utama kami adalah memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari persiapan di dalam negeri hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Tata kelola yang baik harus berdampak langsung pada kenyamanan dan kekhusyukan jemaah,” lanjutnya.
Kemenhaj saat ini memang tengah melakukan berbagai terobosan, termasuk digitalisasi layanan dan penguatan pengawasan anggaran penerbangan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat akan penyelenggaraan ibadah haji yang profesional dan bebas dari kendala teknis yang merugikan jemaah.
Sinergi Strategis dengan Insan Pers
Selain membahas tata kelola, Menhaj memberikan apresiasi khusus bagi para jurnalis. Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan haji tidak lepas dari peran pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial serta memberikan edukasi yang tepat kepada calon jemaah haji, khususnya di wilayah Jawa Timur yang memiliki basis jemaah cukup besar.
“Kami mengapresiasi peran pers yang turut mengawal dan memberikan masukan dalam penyelenggaraan haji. Sinergi ini penting untuk memastikan pelayanan kepada jemaah semakin baik dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Penghargaan dari PWI Jawa Timur ini semakin mengukuhkan posisi Kemenhaj dalam jalur reformasi yang tepat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi profesi wartawan, Kemenhaj optimis dapat mewujudkan tata kelola haji yang modern dan berstandar internasional sesuai dengan amanat undang-undang. [ian]






