Bojonegoro (Beritajatim.com) – Menjelang musim haji 2026, persiapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Bojonegoro hampir rampung. Di tengah kesiapan yang disebut telah mencapai 95 persen, kabar duka datang dengan meninggalnya tiga CJH sebelum keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bojonegoro, M. Abdulloh Hafidz, membenarkan bahwa ketiga jemaah tersebut wafat karena sakit dalam masa persiapan.
“Ada tiga jemaah yang meninggal dunia karena kondisi kesehatan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Dengan adanya peristiwa tersebut, jumlah CJH Bojonegoro yang semula 1.746 orang kini menjadi 1.743 orang. Meski demikian, kuota yang ditinggalkan tetap bisa dialihkan kepada ahli waris, namun tidak untuk keberangkatan tahun ini.
“Secara aturan, penggantian oleh ahli waris memungkinkan, tetapi keberangkatannya harus menunggu musim haji berikutnya karena tahapan tahun ini sudah di tahap akhir,” jelas Hafidz.

Di sisi lain, berbagai aspek teknis keberangkatan telah disiapkan. Mulai dari kelengkapan dokumen seperti paspor dan visa, kesiapan transportasi, hingga distribusi koper kepada para jemaah.
Untuk tahun ini, CJH Bojonegoro dijadwalkan berangkat dalam enam kelompok terbang (kloter), yakni kloter 36 hingga kloter 41, dengan keberangkatan dimulai pada 1 Mei melalui embarkasi Surabaya.
Hafidz juga mengingatkan para jemaah agar tetap fokus mempersiapkan diri, terutama menjaga kondisi fisik. Ia turut mengimbau agar CJH tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial terkait situasi di Timur Tengah.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kesehatan dan ketenangan, agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan baik,” pungkasnya. (lim/but)






