Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (UNISMA) memperkuat eksistensinya di kancah global dengan meraih pendanaan riset internasional dari program Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia (KONEKSI). Hibah ini dialokasikan untuk mengembangkan model pembelajaran inklusif yang berbasis nilai lokal di wilayah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penelitian kolaboratif bertajuk “Transformative Learning in NTB: A Project-Based Collaborative Model for Primary Education Grounded in Lumbung Commoning” ini dijadwalkan berlangsung selama satu tahun, terhitung sejak Maret 2026 hingga Maret 2027.
Proyek ini menjadi langkah strategis UNISMA dalam mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) terkait transformasi pendidikan berkualitas di Indonesia.
Ketua Tim Peneliti UNISMA, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., mengungkapkan bahwa riset ini mengusung pendekatan komunitas dengan mengedepankan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Fokus utamanya adalah menciptakan sistem pembelajaran yang menjawab kebutuhan siswa secara inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.
“Keberhasilan meraih hibah KONEKSI ini merupakan buah dari kerja sama solid tim yang berkomitmen menghadirkan riset berdampak nyata bagi masyarakat. Kami mengintegrasikan perspektif global dan lokal dengan melibatkan budayawan Sasak, tokoh agama, aktivis perempuan, hingga orang tua murid dalam pelaksanaannya,” ujar Dr. Yunus dalam keterangan resmi pada Kamis (16/4/2026).
Dalam menjalankan riset interdisipliner ini, UNISMA menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya Charles Darwin University (Australia), PW LP Ma’arif NTB, serta Isnawadi NTB. Tim peneliti terdiri dari delapan pakar lintas ilmu, yakni Zobi Mazhabi, Ph.D., Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., Dr. Durrotun Nasihah, M.A., Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A., Dr. Hamiddin, M.Pd., Prof. Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, MP., dan Dr. Siti Asmaniah Masdiyani, M.P.
Dr. Yunus menambahkan bahwa proyek ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Lombok Utara. Hal ini menandakan sinergi yang kuat antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mendorong inovasi pendidikan yang berkelanjutan dan menghargai kearifan lokal.
Rektor UNISMA, Prof. Junaidi Mistar, mengapresiasi pencapaian ini sebagai tonggak penting menuju target World Class University. Menurutnya, kolaborasi global adalah fondasi utama untuk meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi sosial universitas di mata dunia.
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNISMA dalam mengembangkan riset bereputasi internasional. Melalui kemitraan dengan institusi luar negeri, kami terus berupaya memberikan solusi konkret bagi tantangan pendidikan di tingkat lokal maupun nasional,” tegas Rektor.
Selain menargetkan publikasi ilmiah, riset ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan model praktik baik yang dapat diimplementasikan secara luas. Rencananya, hasil penelitian ini juga akan didiseminasikan di kancah internasional, mencakup wilayah Australia hingga Brunei Darussalam.
Tim peneliti menyampaikan apresiasi kepada jajaran rektorat serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISMA atas dukungan administratif dan fasilitasi selama proses pengajuan hibah.
Sebagai informasi, KONEKSI merupakan program kemitraan pengetahuan antara Australia dan Indonesia. Platform ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset dan inovasi guna mendukung pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan di kedua negara.
Informasi lebih lanjut mengenai program akademik dan inovasi riset dapat mengunjungi laman resmi unisma.ac.id. UNISMA semakin memperkokoh posisinya dalam jejaring riset dunia sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional lebih luas di masa depan. (dan/kun)






