Banyuwangi (beritajatim.com) – Progres revitalisasi Pasar Banyuwangi telah mencapai sekitar 95 persen. Sembari menunggu penyelesaian akhir serta proses penyerahan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum ke pemerintah daerah, Pemkab Banyuwangi mulai melakukan sosialisasi tata kelola dan penataan pedagang.
Sosialisasi dilakukan bertahap, dimulai dari pedagang di zona basah seperti penjual daging, ayam, ikan, buah, dan sayuran. Nantinya, pasar akan dibagi menjadi beberapa zona, yakni zona basah, zona kering, hingga area kuliner.
Kegiatan sosialisasi yang digelar di Gedung Juang 45 Banyuwangi tersebut dihadiri puluhan pedagang. Mereka diperkenalkan dengan konsep pasar baru sekaligus sistem penataan yang akan diterapkan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, menjelaskan bahwa pasar ini tidak hanya difungsikan sebagai pasar rakyat, tetapi juga diproyeksikan menjadi ikon daerah sekaligus destinasi wisata.
“Konsep yang baru ini, harapan kami akan berdampak positif pada para pedagang. Pasar menjadi jujugan warga dan wisatawan Banyuwangi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan pasar nantinya juga akan dilengkapi ruang untuk event dan festival, pusat oleh-oleh, serta produk kerajinan khas Banyuwangi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, menyebut revitalisasi ditargetkan rampung pada April, namun belum bisa langsung ditempati karena masih menunggu proses serah terima dan pengecekan akhir.
“Waktu penyerahan belum bisa dipastikan. Tapi pedagang berharap bisa menempati pasar setidaknya akhir tahun ini,” katanya.
Sebanyak 801 los disiapkan untuk menampung pedagang eksisting, dengan sistem penempatan melalui undian sesuai zona.
Para pedagang menyambut positif revitalisasi ini karena dinilai menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, akses lebih luas, serta peluang peningkatan jumlah pengunjung.
Ketua Paguyuban Pedagang dan PKL Pasar Banyuwangi, Sudirman, menyatakan bahwa meski sempat ada keluhan terkait ukuran los, pihaknya memahami bahwa ukuran tersebut telah sesuai standar pasar rakyat.
“Dengan konsep pasar modern yang juga menjadi destinasi wisata, kami berharap bisa menarik lebih banyak pengunjung,” tandasnya. [ayu/but]






