Surabaya (beritajatim.com) – Derbi Suramadu antara Persebaya Surabaya dan Madura United dipastikan menjadi salah satu laga paling dinanti pada pekan ke-28 Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/42026) mulai pukul 19.00 WIB.
Persebaya menghadapi tantangan besar jelang laga sarat gengsi tersebut. Pelatih Bernardo Tavares harus memutar strategi di tengah keterbatasan kondisi skuad yang belum sepenuhnya bugar. Waktu persiapan yang singkat membuat tim pelatih berpacu dengan pemulihan para pemain.
Tavares mengungkapkan, kondisi tim saat ini masih dibayangi cedera dan sakit yang menimpa sejumlah pemain kunci. Situasi ini memengaruhi kesiapan tim secara keseluruhan.
“Saat ini banyak pemain yang tidak bisa membantu tim. Saya berharap beberapa dari mereka bisa segera pulih untuk pertandingan berikutnya. Kami masih menghadapi situasi dengan banyak pemain yang cedera maupun sakit,” ujar Tavares.
Kondisi tersebut sudah terlihat pada laga sebelumnya saat Persebaya menghadapi Persija Jakarta. Dalam pertandingan itu, sejumlah pemain dipaksa tampil meski belum mencapai kondisi ideal.
Bek Leo Lelis, misalnya, hanya mampu bermain selama satu babak karena mengalami masalah cedera. Sementara itu, kondisi Bruno Moreira dan kiper utama Ernando Ari juga masih belum sepenuhnya pasti.
Dengan situasi tersebut, Tavares harus cermat dalam menyusun komposisi pemain. Setiap sesi latihan dimanfaatkan untuk memantau perkembangan kondisi fisik skuad.
Meski persiapan telah dimulai, kepastian pemain yang siap tampil masih menunggu evaluasi terakhir menjelang pertandingan.
“Untuk persiapan menghadapi Madura United, kami sebenarnya sudah mulai melakukan persiapan. Namun dengan banyaknya pemain yang cedera dan sakit, kami masih belum tahu siapa saja yang benar-benar siap bermain dan apakah mereka bisa tampil dalam kondisi 100 persen,” katanya.
Ia menegaskan, fokus utama tim saat ini adalah memaksimalkan potensi pemain yang tersedia.
“Saat ini fokus kami adalah menyiapkan pemain yang tersedia. Kami harus memastikan siapa saja yang siap membantu tim. Para pemain yang ada harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk pertandingan nanti,” tandasnya.
Secara klasemen, Persebaya saat ini berada di peringkat keenam dengan 42 poin dari 27 pertandingan. Dalam lima laga terakhir, Bajul Ijo mencatatkan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Kekalahan terakhir terjadi saat menghadapi Persija Jakarta dengan skor 0-3.
Di sisi lain, Madura United datang dengan kepercayaan diri setelah memutus tren negatif. Laskar Sape Kerrab berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1 pada pekan ke-27. Meski demikian, mereka masih tertahan di peringkat ke-16 dengan 23 poin.
Caretaker pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, menyebut timnya fokus mematangkan taktik yang sudah terbukti efektif pada laga sebelumnya. Ia menegaskan tidak akan melakukan perubahan besar dalam strategi.
“Secara taktik mungkin tidak ada yang khusus, hanya ada sedikit perubahan dalam cara bermain. Kita tidak bisa melakukan perubahan besar-besaran karena di pertandingan terakhir kita bertahan dengan sangat baik dan transisi positif juga berjalan cukup bagus. Itu yang kita pertajam,” ujar Rakhmat.
Selain aspek teknis, Rakhmat juga menyoroti faktor mental sebagai kunci penting dalam derbi ini. Ia mewaspadai motivasi tinggi Persebaya yang ingin bangkit setelah kekalahan.
“Yang jelas kami perhatikan adalah motivasi Persebaya untuk menang di derby Suramadu. Apalagi di laga terakhir mereka kalah dari Persija, jadi saya yakin mereka akan sangat termotivasi untuk memenangkan pertandingan ini,” ujarnya. (faw/but)






