Jakarta (beritajatim.com) – Aplikasi kasir digital resmi diperkenalkan sebagai solusi praktis untuk mendukung digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Platform ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih profesional dengan biaya terjangkau.
Founder sekaligus Direktur Utama Kloa, , mengatakan ide pengembangan aplikasi ini berangkat dari keinginan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan UMKM nasional.
“Alasannya adalah, karena UMKM menjadi ujung tombak ekonomi Indonesia, maka saya punya ide untuk membuat aplikasi kasir Kloa ini. Kasir itu sebenarnya menjadi sistem awal yang bisa menunjang berdirinya UMKM tertata,” ujarnya dalam acara Grand Opening “Kloa: 1 Year Journey & The Next Phase” di Tangerang, Kamis (16/4/2026).
Menurut Kevin, kemunculan teknologi seperti (AI) memungkinkan pelaku usaha memulai bisnis dengan sumber daya yang lebih efisien. Kloa pun dirancang sebagai sistem inti yang benar-benar dibutuhkan pengguna.
“Kloa itu artinya inti. Kalau saya membuat produk, harus benar-benar dipakai masyarakat dan tidak ada resource yang terbuang,” jelasnya.
Dalam satu tahun perjalanan, Kloa telah digunakan oleh lebih dari 400 pengguna aktif. Sebanyak 70 persen di antaranya berasal dari sektor coffee shop dan food and beverages (F&B), sementara sisanya berasal dari ritel dan usaha sembako.
Aplikasi ini dapat digunakan di berbagai perangkat, mulai dari Android, iOS, hingga Windows, dengan proses instalasi yang diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.
Kevin menargetkan jumlah pengguna aktif Kloa dapat meningkat signifikan hingga mencapai 10 ribu pengguna sepanjang 2026.
Dari sisi fitur, Kloa menawarkan sistem kasir yang fokus pada kebutuhan utama pelaku usaha, seperti transaksi, pencatatan stok, hingga laporan penjualan. Seluruh fitur premium dapat diakses dengan biaya langganan sekitar Rp24.750 per bulan.
Kloa juga dirancang fleksibel untuk berbagai jenis usaha, mulai dari ritel, bisnis F&B, kios, hingga pelaku usaha yang kerap membuka booth di bazaar. Fitur seperti open bill, cetak checker, hingga manajemen stok antar outlet menjadi nilai tambah dalam operasional bisnis.
Investor Kloa dari , yang diwakili Mr Hui, menilai sistem digital menjadi aspek penting yang kerap diabaikan pelaku UMKM saat memulai usaha.
“Biasanya orang fokus ke barang, tempat, bahan baku. Padahal yang sering dilupakan adalah sistem. Sistem yang membuat semuanya terorganisir dengan baik, dan Kloa hadir untuk itu,” ujarnya.
Dengan pendekatan sederhana, murah, dan berbasis digital, Kloa diharapkan mampu membantu UMKM Indonesia naik kelas serta memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pengelolaan usaha yang lebih modern dan efisien. [beq]






