Pacitan (beritajatim.com) – Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Pacitan secara umum telah memasuki musim kemarau. Namun cuaca ekstrem hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, hujan deras masih mengguyur sejumlah wilayah dan memicu puluhan kejadian tanah longsor.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh masa peralihan musim yang masih berlangsung.
“Ini karena peralihan musim. Memang secara informasi dari BMKG sudah masuk fase kemarau, tapi karena masih masa transisi, kondisi cuaca tetap dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan, masyarakat terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana diminta untuk tidak lengah.
“Masyarakat harus tetap berhati-hati dan waspada, khususnya di daerah rawan longsor maupun banjir. Cuaca seperti ini kemungkinan masih akan terjadi selama masa peralihan musim,” tambahnya.
Yagus juga menjelaskan bahwa awal musim kemarau di Pacitan diperkirakan mulai April, dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus. Namun, anomali cuaca masih berpotensi muncul.
“Memang mulai April ini sudah masuk kemarau, puncaknya nanti di Agustus. Tapi di masa peralihan seperti ini, anomali cuaca masih bisa terjadi,” jelasnya.
Sebelumnya, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di tiga kecamatan, yakni Tegalombo, Bandar, dan Nawangan. Dua wilayah terakhir menjadi yang paling terdampak, dengan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serta akses jalan terputus.
Bahkan, aliran listrik di tiga desa sempat terganggu akibat beberapa tiang listrik roboh.
Camat Nawangan, Sukarwan, menyampaikan bahwa akses jalan provinsi yang menghubungkan Pacitan dengan Purwantoro, Wonogiri, saat ini sudah dapat dilalui kembali. Namun, sejumlah ruas jalan antar desa masih tertutup material longsor.
“Untuk jalan provinsi sudah bisa dibuka. Tapi beberapa titik jalan antar desa masih tertutup. Pendataan dampak longsor juga masih terus kami lakukan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. [tri/aje]






