Bojonegoro (beritajatim.com) — Kenaikan harga aspal berdampak langsung pada perencanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang akan melakukan survei ulang untuk menyesuaikan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) terbaru.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Pemkab Bojonegoro, Kusaivi Ivan Rahmanto, mengatakan bahwa penyesuaian tidak hanya dilakukan pada aspal, tetapi juga seluruh bahan material konstruksi yang ikut mengalami kenaikan harga.
“Bahan material semua akan disesuaikan dengan HPS terbaru. Karena selain aspal, harga material seperti besi dan lainnya juga naik,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan harga ini membuat pihaknya perlu melakukan pembaruan perhitungan sebelum proyek dilelang. Langkah ini dinilai penting agar tidak memberatkan kontraktor sekaligus memastikan kualitas pekerjaan tetap optimal.
Selain penyesuaian HPS, Ivan mengaku juga akan melakukan evaluasi terhadap volume pekerjaan pengaspalan jalan. Menurut Ivan, perbaikan perencanaan sejak awal akan lebih efektif dibandingkan melakukan revisi saat proyek sudah berjalan.
“Sebelum diluncurkan (tender), lebih baik diperbaiki sekarang. Dengan perubahan HPS dan volume pekerjaan ini diharapkan tidak memberatkan kontraktor dan pengerjaan bisa maksimal,” katanya.
Adapun pada tahun 2026 ini, total pembangunan jalan aspal di Bojonegoro direncanakan dalam 20 paket pekerjaan dengan panjang rata-rata sekitar 400 meter per paket, atau total sekitar 8 kilometer.
Sementara itu, kenaikan harga aspal terpantau cukup signifikan. Pada tahun lalu, harga aspal dalam HPS masih berada di kisaran Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per ton. [lus/but]






