Bojonegoro (beritajatim.com) – Sosok Daffa Ardian Pratama, bocah berusia 9 tahun asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Di usianya yang masih belia, siswa kelas 3 Sekolah Dasar ini mencuri perhatian berkat kemampuannya memaparkan konsep teknologi dan sains dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Daffa merupakan putra sulung dari pasangan Andik Sujianto dan Lusy Ardiana. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan besar terhadap berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sang ayah, Andik, menuturkan bahwa rasa ingin tahu Daffa sudah terlihat sejak usia dua tahun. Ia kerap mengajukan pertanyaan kritis dan mencoba memahami berbagai hal secara mandiri.
“Dia banyak belajar dari internet, kemudian dipahami sendiri, dipraktikkan, lalu didiskusikan bersama saya,” ungkap Andik, Senin (13/4/2026).
Tak hanya memahami teori, Daffa juga aktif melakukan berbagai percobaan. Beberapa karya sederhana bahkan sudah berhasil ia buat, seperti alat pengatur kecepatan dinamo (dimmer) hingga sapu otomatis hasil rakitannya sendiri.
Meski memiliki kemampuan di atas rata-rata, Daffa tetap menjalani kehidupan layaknya anak-anak seusianya. Namun, cara berpikirnya yang lebih maju membuatnya kerap memiliki minat berbeda dibanding teman-teman sebayanya.
“Secara sosial dia tetap baik, hanya saja pola pikirnya memang berbeda. Teman-temannya masih banyak bermain, sementara dia lebih suka bereksperimen,” jelas Andik.
Kepiawaian Daffa pun mulai dilirik berbagai pihak. Sejumlah undangan untuk menjadi narasumber sempat datang, namun keluarga memilih untuk menundanya demi menjaga kenyamanan dan kondisi psikologis anak. “Sebenarnya dia tertarik, tapi kami mempertimbangkan faktor jarak dan kondisi,” tambahnya.
Selain itu, Daffa juga aktif membagikan kegiatannya melalui platform TikTok lewat akun @profes0rcilik atau Mas Daffa. Konten yang menampilkan aktivitas eksperimen hingga penjelasan teknologi dengan gaya khasnya semakin menarik perhatian warganet.
Keluarga berharap ada dukungan serta pendampingan yang tepat agar potensi Daffa dapat berkembang secara optimal. Dengan bimbingan yang baik, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu talenta muda yang mampu mengharumkan nama Bojonegoro hingga tingkat nasional.
“Harapan kami, ada dukungan dan arahan yang tepat supaya potensinya bisa berkembang lebih terarah,” pungkasnya. [lim/suf]






