Tuban (beritajatim.com) – Pembangunan Sekolah Rakyat yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk di Jawa Timur terus menunjukkan progres. Untuk lokasi di Kabupaten Tuban, capaian pembangunan hingga saat ini telah mencapai 26,344 persen.
Selain di Tuban, proyek ini juga dikerjakan di beberapa daerah lain, yakni Surabaya, Sampang, Gresik, dan Jombang dengan total anggaran mencapai Rp1,165 triliun.
Kepala Lapangan PT Waskita Karya, Agus Saputra, menjelaskan bahwa secara keseluruhan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur telah mencapai 33,311 persen. Pihaknya menargetkan seluruh pembangunan rampung pada 20 Juni 2026.
“Pembangunan Sekolah Rakyat di Tuban ini sejalan dengan implementasi Asta Cita pemerintah pusat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pendidikan dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari program strategis nasional sehingga harus diselesaikan tepat waktu. Berbagai potensi hambatan, mulai dari ketersediaan material hingga tenaga kerja, terus diantisipasi.
Agus menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya mencakup gedung sekolah, tetapi juga fasilitas pendukung seperti asrama siswa dan guru, kantin, sarana olahraga, tempat ibadah, hingga gedung serbaguna.
Menurutnya, konsep pendidikan berbasis asrama menjadi salah satu pendekatan yang diusung untuk memastikan keberlanjutan proses belajar sekaligus pembentukan karakter siswa.
“Sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman selama 65 tahun, kami berkomitmen mendukung program strategis pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.
Program Sekolah Rakyat ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Ke depan, PT Waskita Karya berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Sekolah Rakyat untuk membantu pemerintah mencapai target 500 sekolah hingga tahun 2029.
“Bagi kami, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya. [dya/but]







