Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa anggaran kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan diefisienkan. Namun, ada pengecualian.
“Sesuai anjuran Kementerian (Dalam Negeri) memang akan kami lakukan efisiensi. Namun tidak yang berkaitan dengan suksesi tujuan nasional,” kata Fawait, Jumat (10/4/2026).
Gus Fawait, sapaan akrabnya, mencontohkan dukungan penerbangan dari Jember ke Jakarta dan Jakarta ke Jember. “Itu diperbolehkan oleh pemerintah pusat,” katanya. Selain itu, hal-hal yang sangat mendesak oleh presiden diperbolehkan.
Fawait mengingatkan bahwa efisiensi tidak berarti menghilangkan program pembangunan. “Jember dari awal sudah menghemat. Contoh, mobil dinas bupati Avanza. Itu sudah penghematan. Ketika ada acara, para kepala organisasi perangkat daerah kami ajak berangkat bareng, tidak sendiri-sendiri,” katanya.
“Ingat, efisiensi bukan penghapusan, tapi menekan (anggaran) supaya volumenya tidak setinggi biasanya, termasuk penggunaan bahan bakar minyak. Tapi tidak untuk menghilangkan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat,” kata Fawait.
Sementara itu, Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah akan diberlakukan mulai Jumat pekan depan, 17 April 2026. “Sesuai anjuran pemerintah pusat. Walau WFH tidak untuk eselon II dan tidak langsung dengan yang berkaitan pelayanan publik,” kata Fawait. [wir/kun]






