Tulungagung (beritajatim.com) – Nama Gatut Sunu Wibowo sempat menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung.
Sosok muda ini dikenal memiliki latar belakang kuat di dunia usaha sebelum akhirnya terjun ke politik dan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Sebelum dikenal sebagai politisi, Gatut Sunu merupakan pengusaha toko bangunan yang beroperasi di wilayah Tulungagung hingga Trenggalek.
Usaha yang dirintisnya tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun jaringan sosial dan ekonomi di tingkat lokal, sekaligus memperkuat basis dukungan saat memasuki dunia politik.
Menang Pilkada 2024 dengan Dukungan Koalisi Besar
Langkah politik Gatut Sunu semakin kuat setelah mendapat dukungan dari partai besar, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya. Ia maju bersama Ahmad Baharuddin dalam Pilkada Tulungagung 2024 dengan tagline Gabah.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung menetapkan pasangan tersebut sebagai pemenang melalui rapat pleno terbuka.
Ketua KPU Tulungagung, M. Lutfi Burhani, menyampaikan, “pasangan Gabah meraih 50,72 persen suara sah atau sebanyak 297.882 suara.”
Pasangan ini unggul atas tiga rivalnya, yakni pasangan Maryoto Birowo–Didik Girnoto Yekti (34,59 persen), Santoso–KH Samsul Umam (10,38 persen), serta Budi Setijahadi–Susilowati (4,31 persen).
Lutfi juga menegaskan, “selanjutnya adalah kewenangan DPRD hingga proses pelantikan.”
Perjalanan Politik: Dari PDIP ke Gerindra
Karier politik Gatut Sunu dimulai saat ia bergabung dengan PDIP dan aktif dalam dinamika politik lokal. Namun, menjelang Pilkada 2024, ia mengambil langkah strategis dengan berpindah ke Partai Gerindra.
Perpindahan tersebut menjadi titik balik penting yang turut mengubah arah karier politiknya hingga berhasil memenangkan kontestasi Pilkada.
Terjaring OTT KPK pada April 2026
Karier politik yang tengah menanjak itu mendadak berubah drastis pada April 2026. Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung.
Dalam operasi tersebut, Gatut Sunu termasuk pihak yang diamankan bersama sekitar 16 orang lainnya. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh KPK.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan menandai perubahan drastis dalam perjalanan politik Gatut Sunu Wibowo, dari figur harapan baru hingga tersandung kasus hukum. (ted)






