Tuban (beritajatim.com) – Perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban ditargetkan rampung pada Juni 2026. Namun hingga kini, Dinas Sosial P3A PMD Tuban masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat untuk operasional dan teknis pelaksanaan.
Kepala Dinsos P3A PMD Tuban, Sugeng Purnomo, menyampaikan bahwa progres pembangunan terus berjalan sesuai rencana, termasuk pengerjaan pagar yang sudah dimulai.
“Targetnya tanggal 20 Juni 2026 sesuai SPK,” ujar Sugeng, Jumat (10/4/2026).
Meski pembangunan fisik hampir rampung, kepastian terkait perpindahan siswa yang saat ini masih berada di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban belum ditentukan.
“Kalau siswanya pindah itu tetap nunggu dari pusat,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga masih menunggu data anak dari keluarga miskin yang akan menjadi calon siswa pada tahun ajaran baru mendatang. Hingga saat ini, belum ada petunjuk teknis maupun formasi tambahan peserta didik dari pemerintah pusat.
“Belum ada petunjuk maupun formasinya untuk tambahan siswa,” jelas Sugeng.
Hal serupa juga berlaku untuk kapasitas tampung gedung baru yang berlokasi di Jalan Letda Sucipto, termasuk jumlah tenaga pengajar lokal yang akan dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Karena itu kan dari pusat kita belum tahu berapa,” katanya.
Diketahui, pembangunan Sekolah Rakyat di Tuban dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan luas lahan sekitar 7 hektare, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Mondokan. [dya/beq]






