Pasuruan (beritajatim.com) – Organisasi kepemudaan bentukan purnawirawan dan putra-putri TNI-Polri menyatakan kesiapannya untuk menjaga jalannya program pembangunan strategis di tingkat desa. Langkah ini diambil guna memastikan setiap infrastruktur yang dibangun pemerintah dapat memberikan manfaat maksimal serta memiliki ketahanan bangunan yang lama.
Keterlibatan aktif para kader di lapangan bertujuan untuk melakukan fungsi kontrol sosial terhadap para pelaksana proyek yang sedang menjalankan tugasnya. Hal ini merespons adanya kekhawatiran masyarakat mengenai kualitas pengerjaan fasilitas publik yang dikhawatirkan tidak bertahan lama jika dikerjakan secara asal-asalan.
Ketua PD XIII GM FKPPI, Ir. Agoes Soerjanto, menegaskan bahwa tindakan anggotanya di lapangan semata-mata untuk menjaga agar transparansi pembangunan tetap berjalan sesuai arahan pusat. “Kami mendukung penuh program pemerintah, fungsi kami adalah mengawal dan bukan untuk menghalangi proses pembangunan,” jelasnya.
Pihak organisasi menyayangkan jika terdapat oknum pelaksana proyek yang lebih mengedepankan keuntungan pribadi di atas kualitas spesifikasi teknis bangunan. Pengawasan ketat dari unsur masyarakat dianggap perlu agar anggaran negara yang dikucurkan tidak terbuang percuma akibat kerusakan bangunan sebelum waktunya.
Di tingkat daerah, para pengurus telah melakukan koordinasi intensif dengan pimpinan TNI setempat guna menyelaraskan langkah pengawasan di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim pembangunan yang sehat dan profesional di seluruh wilayah kabupaten maupun Kota Pasuruan.
Ketua PC GM FKPPI Pasuruan, Ayik Suhaja, mengungkapkan kekecewaannya setelah menemukan adanya teknik pengecoran yang dilakukan secara manual tanpa standar mesin yang memadai. “Pelaksana proyek berdalih jika menggunakan molen maka pihaknya tidak mendapat untung, padahal praktik ini sangat merugikan kualitas bangunan,” tuturnya.
Pasca-pertemuan dengan Dandim 0819 Pasuruan, disepakati bahwa pemberian kritik dan saran harus dilakukan secara konstruktif demi kemajuan daerah. Seluruh kader diinstruksikan untuk tetap patuh pada garis komando pembina dalam menyukseskan setiap program ekonomi kerakyatan yang dicanangkan pemerintah.
Semangat pengawalan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para penyedia jasa konstruksi agar lebih profesional dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Dengan pengawasan yang kuat, Koperasi Desa Merah Putih diyakini akan menjadi lokomotif baru bagi penguatan ekonomi masyarakat di perdesaan. (ada/kun)






