Pamekasan (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, membuka peluang untuk menjalin koalisi politik (parpol) pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di wilayah setempat.
Dalam Muscab DPC PKB Pamekasan, di Ballroom Azana Style Hotel Madura, Jl Jokotole 282 Pamekasan, Minggu (5/4/2026). Terdapat 3 (tiga) figur yang direkomendasikan sebagai kandidat Ketua PKB Pamekasan, Periode 2026-2030, masing-masing KH Ali Wafa, Khairul Umam, dan Moh Faridi.
Terlebih ajang Muscab PKB Pamekasan, menjadi momentum konsolidasi internal parpol, sekaligus penataan strategi politik ke depan, termasuk menghadapi dinamika pemilu mendatang.
Bahkan dalam momentum tersebut, para kader maupun anggota PKB juga didorong untuk memperkuat basis akar rumput, serta diminta agar segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi politik modern.
“Tentu kami selalu terbuka terhadap berbagai kemungkinan kerjasama lintas partai, sebab kami menilai jika hal ini sebagai bagian dari strategi membangun kekuatan politik yang lebih solid di tingkat daerah, terutama dalam menghadapi kontestasi politik berikutnya,” kata Ketua DPC PPP Pamekasan, Wazirul Jihad, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, pihaknya menyebut jika komunikasi politik antar parpol, termasuk PKB, tetap terjalin dengan baik. “Tapi untuk hasil Muscab PKB ini dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesepahaman baru, baik dalam agenda pembangunan daerah maupun kepentingan elektoral,” ungkapnya.
“Artinya kami tidak menutup kemungkinan membangun koalisi yang lebih luas dengan partai lain, tergantung pada kesamaan visi dan kepentingan politik ke depan. Sikap fleksibel ini diharapkan mampu memperkuat posisi PPP dalam percaturan politik lokal di Pamekasan,” jelasnya.
Sejauh ini dinamika politik di Pamekasan, memang seringkali diwarnai kerjasama lintas parpol, termasuk dalam pemilihan kepala daerah yang selalu melibatkan koalisi antar parpol. “Hal ini menunjukkan bahwa peluang koalisi tetap terbuka, dan sangat bergantung pada konfigurasi politik serta kepentingan masing-masing partai,” tegasnya.
“Terlebih seperti yang kita ketahui bersama, bahwa PPP dan PKB berasal dari genetika yang hampir sama, sehingga peluang kerjasama tentu masih terbuka, sekalipun komunikasi antar partai akan terus berkembang menuju kemungkinan terbentuknya koalisi baru,” pungkasnya. [pin/aje]






