Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan menyiapkan strategi penanganan banjir terpadu dari hulu hingga hilir sebagai langkah antisipasi menyusul dua kejadian banjir besar yang terjadi menjelang Lebaran dan awal April 2026.
Langkah ini diambil setelah dilakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak oleh Bupati bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dilanjutkan dengan pemaparan hasil kajian teknis berbasis data lapangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wahid, menegaskan bahwa persoalan banjir harus ditangani secara menyeluruh dan tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Permasalahan banjir ini tidak bisa diselesaikan parsial, harus dari hulu sampai hilir. Mulai dari Terung, Kebaran, Samsat hingga Sukomoro sudah kami telusuri, termasuk menggunakan drone untuk pemetaan,” ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan, banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang mencapai sekitar 145 milimeter, dengan luas daerah tangkapan air sekitar 300 hektare. Kondisi tersebut menyebabkan volume air meningkat hingga sekitar 3.500 meter kubik, setara satu embung yang meluap secara bersamaan.
Volume air yang besar tersebut mengalir ke titik-titik rawan seperti kawasan Samsat, Kebaran, hingga Sukomoro, sehingga memicu genangan dalam waktu singkat.
Muhtar menjelaskan, strategi utama yang disiapkan Pemkab Magetan adalah mengurangi beban air dari wilayah hulu sebelum mencapai kawasan rawan banjir. Skema penanganan dibagi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Pada tahap jangka pendek, pemerintah daerah akan mengalihkan aliran air dari wilayah Terung menuju Sadon serta ke arah Kali Ndoyo melalui pembukaan dan optimalisasi saluran drainase. Selain itu, pembangunan sudetan juga dilakukan untuk mempercepat aliran air menuju sungai.
“Intinya bagaimana volume air dari atas ini bisa kita kurangi sebelum sampai ke titik-titik rawan seperti Samsat dan Kebaran,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, Pemkab merencanakan pembangunan sistem drainase permanen berupa box culvert yang terintegrasi dengan aliran sungai, termasuk Kali Doyo dan Kali Kedungguwo di wilayah Sukomoro.
Penguatan infrastruktur juga akan dilakukan di wilayah hulu seperti Ngariboyo melalui pembangunan saluran baru yang diusulkan dalam skema Perubahan APBD (P-APBD).
Muhtar menegaskan, seluruh rencana penanganan banjir tersebut telah dilengkapi desain teknis dan estimasi anggaran. Dokumen itu juga telah dipaparkan kepada Bupati serta instansi terkait seperti BPBD, Bapperida, dan BPKPD sebagai bagian dari percepatan implementasi program pengendalian banjir di Magetan. [fiq/beq]






