Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 873 Kepala Keluarga (KK) di tiga kecamatan terdampak banjir akibat tingginya curah hujan sejak penghujung Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri lalu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto pun bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan sekaligus memperkuat langkah penanganan bencana secara terpadu.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak pada, Jumat (3/4/2026). Bantuan yang diberikan berupa beras 10 kilogram per KK serta paket sembako guna meringankan beban masyarakat. Berdasarkan data, dampak banjir tersebar di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Bangsal, sebanyak 320 KK di Desa Tinggarbuntut terdampak banjir. Di Kecamatan Mojoanyar, terdapat 151 KK di Desa Jumeneng, sementara banjir terjadi di dua desa di Kecamatan Mojosari menyebabkan 402 KK terdampak. Meliputi 302 KK di Desa Jotangan dan 100 KK di Desa Kedunggempol.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto yang akan dipanggil Gus Barra tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana. Pemkab Mojokerto senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi.
“Kehadiran kami tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan, semangat, dan harapan bagi masyarakat terdampak. Penanganan banjir tidak hanya berhenti pada bantuan darurat. Pemerintah daerah terus memperkuat langkah mitigasi jangka panjang,” ungkapnya.
Mulai dari normalisasi saluran air, peningkatan infrastruktur pengendali banjir, hingga edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan masih akan terjadi hingga 4 April 2026.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan masih akan terjadi hingga 4 April 2026. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah di saluran air, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi bencana di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Gus Barra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, TNI-Polri, relawan, hingga perangkat desa dan insan pers yang turut membantu masyarakat terdampak.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin menjelaskan bahwa banjir terjadi secara bertahap sejak pertengahan Maret 2026. Menurutnya, banjir pertama terjadi pada 16 Maret di Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan akibat hujan deras yang menyebabkan luapan air hingga merendam permukiman warga.
“Sehari kemudian, banjir kembali melanda Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Alhamdulillah, dua hari kemudian bantuan langsung diberikan oleh Bapak Bupati kepada warga terdampak. Pada saat itu, Bapak Bupati hadir langsung di lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan,” tambahnya.
Namun curah hujan tinggi kembali terjadi pada 20 Maret 2026 dan memicu banjir di Desa Jumeneng dan Desa Tinggarbuntut yang bertepatan dengan malam Hari Raya Idul Fitri. Bupati Mojokerto, lanjutnya, tetap turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Melalui langkah cepat dan kolaboratif tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan dapat berjalan maksimal serta masyarakat semakin tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang. [tin/but]






