Surabaya (beritajatim.com) -DPC Gerindra Surabaya melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor KPU Surabaya sebagai bagian dari penguatan hubungan kelembagaan. Kunjungan ini menegaskan posisi KPU sebagai mitra strategis dalam menyukseskan pembangunan demokrasi di Kota Surabaya.
“Kami berkunjung untuk bersilaturahmi dengan mitra kesuksesan pembangunan demokrasi di Kota Surabaya, sekaligus memperkuat sinergi agar ke depan proses demokrasi berjalan lebih baik,” ujar Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso.
Cahyo menyebut kunjungan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja KPU dalam menyelenggarakan proses demokrasi. Dia menilai komunikasi yang baik antara partai politik dan penyelenggara pemilu sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi.
“Kunjungan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus upaya menyelaraskan langkah agar proses demokrasi di Surabaya bisa berjalan lebih baik, transparan, dan akuntabel,” kata anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
Dalam pertemuan tersebut, Gerindra menerima berbagai masukan strategis terkait sistem pemilu ke depan. Mulai dari penyesuaian jumlah kursi, pembagian daerah pemilihan, hingga pembaruan data kependudukan menjadi bagian penting dalam diskusi.
“Kami mendapatkan banyak masukan penting terkait jumlah kursi, dapil, hingga validitas data kependudukan yang harus terus diperbarui agar tidak ada potensi persoalan di kemudian hari,” jelas dia.
Dia menegaskan bahwa Gerindra siap menjadi mitra kerja KPU dalam memastikan kualitas demokrasi tetap terjaga. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadirkan pemilu yang inklusif dan berintegritas.
“Kami siap bekerja sama dengan KPU untuk memastikan seluruh proses berjalan baik dan semua warga mendapatkan haknya secara adil,” ujarnya.
Cahyo juga memastikan hasil diskusi tersebut akan ditindaklanjuti di tingkat legislatif. Fraksi Gerindra DPRD Surabaya akan membawa berbagai catatan strategis sebagai bahan perencanaan kebijakan ke depan.
“Hasil pertemuan ini akan kami bawa ke DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan perencanaan, agar kebijakan yang diambil benar-benar mendukung kualitas demokrasi di Surabaya,” tegasnya.
Dia berharap kolaborasi antara partai politik dan KPU dapat terus terjaga. Dengan koordinasi yang kuat, dia optimistis pelaksanaan Pemilu 2029 di Surabaya akan berjalan lebih baik dan inklusif.
“Harapannya ke depan tidak ada lagi warga yang terlewat dari hak pilihnya, dan Surabaya bisa menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang berkualitas,” kata dia.
Sementara itu, Ketua KPU Surabaya, Soeprayitno, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari komunikasi yang berkelanjutan. Menurut dia, komunikasi antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu harus terus dijaga secara intensif.
“Ini bentuk komunikasi politik yang intensif antara penyelenggara dengan peserta Pemilu maupun pemilihan, dalam rangka ikhtiar bersama menjaga sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi,” pungkasnya.[asg/ted]






