Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menerapkan platform Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam kurikulum pendidikan mahasiswa. Langkah ini ditempuh melalui kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi informasi kesehatan Trustmedis.
Mahasiswa kini dapat mengakses Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara langsung dalam kegiatan akademik. Platform tersebut berfungsi sebagai sarana praktik nyata bagi mahasiswa untuk mengelola data kesehatan secara digital.
Sinergi ini menyertakan program pelatihan, sertifikasi, hingga riset bersama antara pihak akademisi dan industri. Mahasiswa juga mendapat akses magang untuk mempertajam kemampuan teknis pada bidang teknologi layanan kesehatan masa depan.
CEO Trustmedis, Achmad Zulkarnain Aljufri, berkomitmen mendukung pengembangan kualitas pendidikan melalui penyediaan teknologi mutakhir. Ia memastikan akses platform tersebut tersedia bagi dosen maupun mahasiswa tanpa pungutan biaya atau gratis.
“Platform ini kami berikan secara gratis agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembelajaran, riset, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen,” kata Achmad dikutip Rabu (1/4/2026).
Perusahaan memastikan bakal memberikan pendampingan berkelanjutan selama masa penerapan sistem teknologi tersebut. Langkah ini diambil untuk menjamin operasional platform berjalan efektif sesuai dengan kebutuhan kurikulum yang ditetapkan kampus.
“Trustmedis akan menyediakan dukungan sistem, pelatihan, serta pendampingan guna memastikan optimalisasi penggunaan platform,” tambah Achmad.
Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono, menilai integrasi teknologi ini memperkuat ekosistem digital di lingkungan kampus. Kesiapan lulusan dalam menghadapi kebutuhan industri kesehatan menjadi prioritas utama pihak universitas saat ini.
“Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam penguatan pembelajaran berbasis teknologi serta pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Tri Yogi.
Unusa terus berinovasi mengikuti tren teknologi kesehatan global melalui sinergi strategis tersebut. Langkah ini sekaligus mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada sektor pendidikan berkualitas bagi seluruh mahasiswa.
“Unusa menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang adaptif dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan berbasis digital,” pungkas Tri Yogi.
Kemitraan ini turut memacu capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui berbagai program. Fokusnya terletak pada penguatan pembelajaran berbasis praktik serta perluasan kolaborasi dengan mitra dunia industri. [ipl/but]






