Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menargetkan pemberian beasiswa kuilah berkesinambungan untuk 20 ribu mahasiswa selama lima tahun ke depan.
“Kalau dulu (beasiswa) itu hanya pertahun. Jadi tahun ini seandainya dapat beasiswa, tahun depan belum tentu dapat beasiswa. Nah, itu tidak akan berdampak. apapun terhadap penurunan ketimpangan pendapatan,” kata Bupati Muhammad Fawait, saat berpidato dalam sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember Tahun 2025, di DPRD Jember, Selasa (31/3/2026).
Menurut Gus Fawait, pemberian beasiswa harus dilakukan hingga masa belajar tuntas jika ingin mengurangi ketimpangan pendapatan yang diakibatkan oleh melesatnya pertumbuhan ekonomi.
“Maka kami putuskan lima tahun ke depan akan memberikan beasiswa kepada 20 rubu anak-anak jember sampai lulus. Karena kami yakin itu akan berdampak kepada penurunan indeks gini atau ketimpangan pendapatan, ketika pertumbuhan ekonomi kita dorong lebih maju,” kata Gus Fawait.
Pada tahun 2025, 7.037 mahasiswa mendapatkan beasiswa jalur khusus 1.579 orang, jalur afirmasi ekonomi 2.532 orang, jalur guru dan perangkat daerah dan desa 771 orang, jalur prestasi 889 orang, jalur santri pondok pesantren dan hafiz Qur’an 1.067 orang, dan jalur kompetisi 379 orang. Bahkan 35 atlet berprestasi asal Jember juga memperoleh beasiswa.
Gus Fawait sempat menemui lima ribu orang mahasiswa penerima beasiswa Cinta Bergema di kantor Pemkab Jember, Sabtu (28/3/2026). Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa sistem beasiswa kini cukup satu kali pendaftaran untuk pembiayaan hingga lulus dengan syarat indeks prestasi atau indeks prestasi kumulatif tidak menurun.
“Jangan sampai dapat beasiswa, justru IP atau IPK makin turun. Kedua, ikut serta membangun dan mempromosikan Kabupaten Jember, dan aktif,” katanya.
Pemkab Jember juga membentuk koordinator di tiap perguruan tinggi dan Himpunan Mahasiswa Cinta Jember sebagai pusat informasi resmi. “Supaya tidak ada simpang siur informasi,” kata Gus Fawait. Melalui wadah tersebut, peluang-peluang beasiswa dari pemerintah pusat juga bisa tersampaikan.
Prioritas beasiswa saat ini pada jenjang S1, sementara jenjang pendidikan S2 dan S3 masih dalam pertimbangan ke depan. “Memang banyak usulan. Tapi hari ini kita fokus dulu S1. Mudah-mudahan ke depan setelah kekuatan APBD kita lebih baik, bisa membuka beasiswa S2 dan S3,” kata Gus Fawait. [wir/beq]






