Surabaya (beritajatim.com)– Tahukah anda bahwa perbedaan warna pada daging ubi jalar tidak sekadar berfungsi sebagai tampilan semata? Warna-warna alami seperti ungu, merah, kuning, hingga putih pada ubi sebenarnya menunjukkan kandungan nutrisi yang berbeda pada setiap jenisnya.
Memahami karakteristik setiap warna ubi jalar dapat membantu anda memilih jenis yang paling sesuai dengan kebutuhan kesehatan tubuh, baik untuk menjaga daya tahan tubuh maupun melindungi sel dari paparan radikal bebas.
Ubi Ungu: Kaya Antosianin dan Antioksidan
Ubi ungu dikenal memiliki kandungan antosianin, flavonoid, dan fenol yang paling tinggi dibandingkan jenis ubi lainnya. Kandungan antosianin inilah yang memberikan warna ungu pekat sekaligus berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Ubi ungu cocok dikonsumsi bagi anda yang ingin menjaga kesehatan tubuh dari dampak polusi dan radikal bebas. Selain membantu menjaga kesehatan jantung dan hati, ubi ungu juga mengandung serat yang cukup tinggi, sekitar 14,1 persen.
Teksturnya cenderung lebih padat dan sedikit kering. Meski demikian, kandungan antioksidannya membuat ubi ungu bermanfaat untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Ubi Merah: Sumber Beta-Karoten dan Provitamin A
Ubi merah memiliki kandungan beta-karoten yang sangat tinggi, bahkan dapat mencapai lebih dari 99 persen dari total karotenoidnya. Jenis ubi ini biasanya memiliki kulit kemerahan dengan daging berwarna oranye, serta menjadi sumber provitamin A yang penting bagi tubuh.
Beta-karoten berperan dalam menjaga kesehatan mata dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, nutrisi ini juga membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan dan pencernaan agar tidak mudah terserang infeksi. Dari segi rasa, ubi merah dikenal lebih manis dengan tekstur yang lembut setelah direbus atau dipanggang, sehingga banyak disukai.
Ubi Kuning: Sumber Energi dengan Kandungan Saponin
Ubi kuning mengandung senyawa saponin yang tidak banyak ditemukan pada jenis ubi lain. Selain itu, kandungan patinya cukup tinggi sehingga dapat menjadi sumber energi yang baik.
Meskipun kandungan antioksidannya tidak setinggi ubi ungu, nutrisi pada ubi kuning tergolong seimbang. Jenis ini cocok dikonsumsi bagi anda yang membutuhkan tambahan energi untuk aktivitas sehari-hari.
Rasanya manis lembut dengan tekstur yang cukup halus, sehingga mudah diolah dan dikonsumsi.
Ubi Putih: Tinggi Pati dan Cocok untuk Masakan Gurih
Ubi putih memiliki kandungan pati yang cukup tinggi sebagai sumber energi. Jenis ubi ini juga cenderung membuat kadar gula darah naik lebih lambat dibandingkan kentang biasa. Walaupun kandungan zat aktifnya lebih rendah dibandingkan ubi berwarna lain, ubi putih memiliki keunggulan pada teksturnya yang lebih stabil saat dimasak.
Teksturnya yang kokoh dan tidak terlalu manis membuat ubi putih cocok diolah menjadi berbagai masakan gurih, seperti sup, semur, atau gorengan. Jenis ini dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat untuk melengkapi menu harian. [Meychel Salsabyla]






