Bondowoso (beritajatim.com) – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (30/3/2026) sore mengakibatkan tiga jembatan penghubung antar desa putus total.
Akibatnya, tiga desa yakni Desa Sempol, Desa Tarum, dan Desa Klekean mengalami isol sementara akibat akses jalan utama terputus.
Banjir dengan debit air tinggi terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, memicu luapan air yang menghantam struktur jembatan di tiga titik berbeda. Hingga Senin malam, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga diimbau untuk tidak memaksakan diri melintasi lokasi yang rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga pada pukul 16.00 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment.
“Kami menerima laporan adanya banjir luapan dengan debit air tinggi yang mengakibatkan di beberapa titik jembatan di wilayah Kecamatan Prajekan ambruk. Setelah kami cek ke lapangan, kondisi tiga jembatan mengalami kerusakan parah,” ujar Kristianto, Selasa pagi.
Kristianto merinci kerusakan yang terjadi di tiga lokasi. Lokasi pertama, Jembatan penghubung Desa Sempol – Desa Bandilan, mengalami kerusakan paling parah. Jembatan dengan bentang lebar 6 meter dan panjang 12 meter tersebut kini ditutup total karena tidak layak dilalui.
“Kondisi lapangan terdapat longsoran pada pasangan sayap jembatan dengan panjang 6 meter, lebar 1,5 meter, tinggi 3,5 meter. Ini mengakibatkan terjadinya longsoran tanah dan menggerus tanah di bawah jalan sehingga terjadi rongga dan aspal retak (turun). Saat ini jembatan tidak dianjurkan dilalui pengguna jalan, kami tutup total,” jelasnya.
Lokasi kedua, Jembatan Tarum-Sempol di Dusun Dawuhan RT 10 RW 04 Desa Tarum, mengalami kerusakan pada abutment (kepala jembatan) yang tergerus aliran banjir sepanjang 2,5 meter. Jembatan ini memiliki panjang 16 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 5 meter.
Sementara lokasi ketiga berada di Dusun Somporan Desa Klekean – Dusun Tamanarum Desa Bandilan RT 32 RW 16. Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 4 meter ini merupakan akses utama menuju SDN Bandilan 3, 4, dan 5.
“Putusnya akses jembatan ini berdampak pada mobilitas warga dan aktivitas belajar mengajar di tiga sekolah dasar tersebut. Kami bersama unsur terkait akan segera berkoordinasi untuk penanganan darurat,” tambah Kristianto.
Sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan bencana ini, antara lain BPBD Bondowoso, Koramil Prajekan, Polsek Prajekan, Badan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Prajekan, Pemerintah Desa Sempol, BP 13.11, serta warga sekitar.
Hingga saat ini, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bondowoso terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Belum ada kendala signifikan dalam proses assessment dan koordinasi penanganan.
“Kami telah melaporkan kejadian ini kepada atasan untuk rencana tindak lanjut. Kami juga mengimbau warga yang berada di sekitar aliran sungai untuk tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi,” pungkas Kristianto.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui BPBD berkomitmen untuk segera melakukan penanganan darurat dan pembangunan kembali infrastruktur jembatan yang rusak guna memulihkan akses transportasi warga di tiga desa terdampak. (awi/ted)






