Tuban (beritajatim.com) – Menanggapi pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban yang menempatkan Tuban pada peringkat kelima di Jawa Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Tuban memastikan telah melakukan koordinasi sebelumnya.
Kepala BPS Tuban, Wicaksono, menjelaskan bahwa data kependudukan bersifat dinamis dan dapat berubah setiap saat sesuai kondisi di lapangan.
“Ini justru menunjukkan komitmen Pemkab untuk melakukan pemutakhiran data kependudukan sehingga akan diperoleh data yang lebih valid,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, hasil pemutakhiran data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan, khususnya program sosial ekonomi bagi masyarakat.
“Sebelum kegiatan verval dilaksanakan, Pemkab sudah berkoordinasi dengan kami, dan kegiatan ini juga melibatkan BPS,” imbuhnya.
Bahkan, sebelumnya BPS turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut karena terdapat sekitar 30 variabel yang harus diisi oleh responden. Pengetahuan tersebut kemudian disampaikan kepada petugas Pemkab yang terlibat dalam pendataan.
“Sudah ada koordinasi. Kegiatan ini termasuk statistik sektoral yang dilakukan oleh lembaga atau instansi, berbeda dengan statistik dasar dan sensus,” jelasnya.
Ia menegaskan, melalui verval yang terstruktur, diharapkan data kemiskinan yang dihasilkan semakin akurat sehingga kebijakan yang diambil pemerintah dapat lebih tepat sasaran. [dya/but]






