Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso tengah mengkaji penerapan kebijakan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) sebagai respons terhadap potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik geopolitik global. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong efisiensi energi tanpa mengganggu pelayanan publik.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa efisiensi penggunaan energi harus berjalan seimbang dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Pendopo RBA Ki Ronggo, Senin (30/3/2026).
Menurut Bupati yang akrab disapa Ra Hamid itu, Pemkab Bondowoso sebelumnya telah melakukan uji coba penerapan WFA selama sepuluh hari, yakni mulai 16 hingga 25 Maret 2026.
“Kemarin kita sudah ya WFA (work from anywhere) tambah berapa hari? Tanggal 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25. Intinya pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.
Hasil uji coba tersebut dinilai cukup positif, terutama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik meski aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari berbagai lokasi.
Meski demikian, Ra Hamid menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum akan diterapkan secara permanen. Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan evaluasi menyeluruh sembari menunggu perkembangan situasi.
“Kita sudah tambah beberapa hari kemarin, tapi untuk kebijakan yang keseharian, ini belum. Kita sambil menunggu perkembangan dan mengevaluasi perkembangan yang ada,” terangnya.
Ia menekankan bahwa prinsip utama dalam pengambilan kebijakan adalah efisiensi energi, khususnya penggunaan BBM, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Tetapi memang pada prinsipnya kita sekarang sedang memikirkan bagaimana agar efisiensi energi itu bisa kita lakukan dengan tetap tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain opsi WFH dan WFA, Pemkab Bondowoso juga mempertimbangkan kebijakan alternatif seperti bike to work atau bersepeda ke kantor, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah daerah lain.
Menurut Ra Hamid, budaya bersepeda sebenarnya sudah mulai diterapkan di lingkungan Pemkab Bondowoso. Ia menyebut Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, kerap menjadi contoh dengan rutin bersepeda dalam menjalankan aktivitas dinas.
“Di sini sebetulnya sudah beberapa kali diterapkan. Pak Sekda bersepeda sering,” ungkapnya.
Namun demikian, ia belum memastikan apakah kebijakan tersebut akan diadopsi secara resmi. Seluruh opsi, termasuk WFH, WFA, maupun bike to work, masih dalam tahap kajian dan akan diputuskan setelah melalui evaluasi dan koordinasi internal.
“Tapi tentang kebijakan WFA dan WFH-nya itu nanti sedang kita akan pertimbangkan, akan kita putuskan di sini,” pungkasnya. [awi/beq]






