Blitar (beritajatim.com) – Di tengah suasana khidmat Idul Fitri 1447 Hijriah, Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melakukan ziarah ke makam ayahandanya, sang Proklamator Bung Karno, di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (29/03/2026).
Momen ziarah kali ini terasa kental dengan nuansa kekeluargaan dan pesan mendalam bagi situasi dunia. Megawati tidak hadir sendirian, ia didampingi oleh saudara-saudaranya, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarno, serta cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno.
Keluarga besar trah Soekarno ini tampak kompak mengenakan busana serba putih, melambangkan kesucian di hari kemenangan. Kehadiran mereka di area mausoleum Bung Karno menarik perhatian warga yang juga tengah berziarah.
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang turut mendampingi rombongan, menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan ini adalah mendoakan almarhum Bung Karno sekaligus melakukan refleksi atas kondisi bangsa.
“Jadi hari ini Ibu Megawati Soekarnoputri didampingi oleh keluarga besar Bung Karno, Mbak Sukmawati, Mas Guruh, dan Mbak Puti Guntur Soekarno datang untuk berziarah ke tempat Bung Karno,” ungkap Hasto di lokasi.
Namun, ziarah ini tidak hanya berdimensi spiritual personal. Di sela-sela doa, Megawati secara khusus menitipkan doa untuk keselamatan rakyat Indonesia dan perdamaian global, terutama menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel yang melibatkan Amerika Serikat (AS).
Hasto menegaskan bahwa pemikiran Bung Karno mengenai “Tata Dunia Baru” sangat relevan untuk digaungkan kembali saat ini guna meredam ambisi hegemoni negara-negara besar.
Bung Karno telah meletakkan spirit pembebasan bagi bangsa-bangsa Asia-Afrika agar tidak tunduk pada tekanan kekuatan super power. Hal itu mengingatkan pemerintah RI agar tetap kokoh pada amanat Pembukaan UUD 1945.
“Kemerdekaan sebagai hak segala bangsa itu harus betul-betul diperjuangkan dan tidak boleh diingkari oleh aksi tindakan dari suatu negara super power. Itulah prinsip politik luar negeri bebas aktif,” tegas Hasto.
Kunjungan ke Blitar ini menjadi pengingat bagi publik bahwa di balik perayaan Lebaran, terdapat tanggung jawab besar bagi Indonesia untuk tetap berdiri tegak sebagai juru damai dunia. Bagi Megawati dan keluarga, makam Bung Karno bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan sumber inspirasi untuk terus memperjuangkan kedaulatan bangsa di tengah gempuran kepentingan global.
Ziarah ini pun ditutup dengan sesi doa bersama yang berlangsung khidmat sebelum rombongan meninggalkan kompleks makam menuju kediaman untuk melanjutkan agenda. [owi/aje]






