Blitar (beritajatim.com) – Peta politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar memanas. Di tengah persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak se-Jawa Timur hari ini, Sabtu (28/3/2026), muncul kabar mengejutkan yakni nama Rini Syarifah, atau yang akrab disapa Mak Rini, raib dari daftar calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Hilangnya nama Mak Rini memicu tanda tanya besar di kalangan kader dan pengamat politik. Pasalnya, Mak Rini bukan sekadar kader biasa yakni ia adalah petahana Ketua DPC PKB Blitar sekaligus tokoh sentral yang mencatatkan sejarah sebagai Bupati perempuan pertama di Kabupaten Blitar periode 2021–2024.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penjaringan calon pimpinan ini dikendalikan sepenuhnya oleh Tim 7 yang dibentuk oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur. Tim ini bertugas melakukan pemetaan mendalam terhadap aspirasi dari 22 Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh Kabupaten Blitar.
Seorang sumber internal DPC PKB Blitar yang meminta identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi bahwa dalam dokumen awal yang beredar, nama sang petahana memang tidak tercantum.
“Kabarnya nama Mak Rini memang tidak masuk dalam bursa calon ketua yang digodok Tim 7. Namun, politik itu dinamis. Belum masuknya nama saat ini bukan berarti pintu tertutup rapat,” ujar sumber tersebut kepada media.
Meski Tim 7 telah mengantongi tiga nama potensial untuk diumumkan hari ini, mekanisme internal partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini sebenarnya masih menyisakan ruang bagi kejutan. Secara prosedural, forum Muscab masih memungkinkan adanya usulan tambahan langsung dari arus bawah (PAC).
Berikut adalah beberapa poin krusial dalam mekanisme pemilihan kali ini:
- Hak Usulan PAC: Peserta forum dari tingkat kecamatan masih diperbolehkan mengajukan nama di luar daftar Tim 7.
- Catatan Evaluasi: Setiap nama tambahan wajib disertai catatan evaluasi kinerja dan loyalitas.
- Veto DPP: Keputusan akhir tetap menjadi kewenangan penuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai bagian dari strategi regenerasi.
Hingga berita ini diturunkan, Mak Rini memilih bungkam. Belum ada pernyataan resmi terkait apakah dirinya akan melakukan manuver melalui dukungan PAC atau justru legawa menerima hasil pemetaan Tim 7.
Beberapa loyalis di tingkat akar rumput menilai, jika Mak Rini benar-benar menepi, hal ini akan menjadi sinyal kuat terjadinya regenerasi total di tubuh PKB Blitar. Namun, bagi pihak oposisi internal, ini adalah momentum untuk menyegarkan organisasi demi menyongsong agenda politik 2029 mendatang. [owi/beq]






