Blitar (beritajatim.com) – Sekitar 150 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Blitar memulai rangkaian manasik haji 2026 di Masjid Ar-Rahman, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini menjadi bekal penting sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, dengan penekanan pada kesiapan fisik dan mental sebagai faktor utama keberhasilan ibadah haji.
Manasik haji Blitar 2026 ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan. Kehadirannya membawa pesan kuat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan logistik, melainkan ujian nyata ketahanan fisik dan mental jamaah.
Dalam arahannya, Gus Irfan menegaskan bahwa pemahaman syariat dan kesiapan raga harus berjalan beriringan. Ia mengingatkan bahwa tantangan di Tanah Suci terus berkembang, sehingga manasik tidak boleh dianggap sebagai formalitas.
“Satu yang harus dipegang, manasik haji ini menjadi bekal. Sebelum berangkat, jamaah harus memahami teknis sesuai syariat Islam. Namun, yang tidak kalah penting adalah kesiapan fisik dan mental. Itu modal utama yang dibawa dari rumah,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pembagian tanggung jawab dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, aspek transportasi, akomodasi, dan teknis keberangkatan menjadi tanggung jawab pemerintah. Sementara itu, kondisi kesehatan dan kesiapan mental sepenuhnya berada di tangan masing-masing jamaah.
Pesan tersebut menjadi krusial mengingat evaluasi penyelenggaraan haji setiap tahun kerap menunjukkan tantangan pada faktor kelelahan jamaah. Meski telah melewati proses seleksi kesehatan yang ketat, para CJH diingatkan agar tetap menjaga kondisi selama masa tunggu keberangkatan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan maksimal kepada para jamaah.
“Harapan kita semua sama yakni berangkat selamat, pulang selamat, dan menyandang predikat haji mabrur,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun jumlah jamaah dari Kota Blitar relatif tidak besar dibandingkan daerah lain, kualitas pelayanan dan pembinaan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh CJH yang mengikuti manasik telah melalui proses administrasi ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pelunasan biaya haji.
Dengan dimulainya manasik ini, diharapkan para jamaah semakin siap menghadapi seluruh rangkaian ibadah haji, baik secara teknis maupun mental, sebelum berangkat ke Tanah Suci. [owi/beq]






