Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Magetan tahun 2027 guna memastikan arah pembangunan selaras dan berdampak nyata bagi masyarakat di Kabupaten Magetan.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, saat mewakili Kepala Baperida Jatim dalam forum Musrenbang RKPD Magetan di Pendapa Surya Graha, Kamis (26/3/2026).
“Melalui forum ini diharapkan tercapai kesepakatan atas permasalahan dan prioritas pembangunan daerah, serta menjaga keselarasan dengan kebijakan nasional dan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menekankan, Musrenbang merupakan forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan secara partisipatif sekaligus menyelaraskan kebijakan daerah dengan prioritas nasional dan provinsi.
Endy menjelaskan, tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) nasional tahun 2027 mengusung akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui peningkatan produktivitas investasi dan industri, dengan target pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 6,3 hingga 7,5 persen serta penekanan pada pemerataan antarwilayah.
Dalam konteks kewilayahan, Jawa Timur menjadi salah satu fokus pembangunan nasional, termasuk penguatan kawasan metropolitan, industri, dan pendidikan. Sejumlah lokus prioritas di antaranya wilayah metropolitan Surabaya, kawasan industri, hingga pengembangan wilayah pendidikan seperti Malang.
Sejalan dengan itu, tema RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 diarahkan pada penguatan pelayanan dasar guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Arah kebijakan tersebut dijabarkan dalam sembilan prioritas pembangunan atau Nawa Bakti Satya, mulai dari Jatim Sejahtera hingga Jatim Lestari.
Menurut Endy, Kabupaten Magetan memiliki modal sosial yang kuat, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kompetitif serta tingkat serapan tenaga kerja yang relatif baik.
“Hal ini menjadi indikator bahwa kualitas SDM Magetan cukup mumpuni dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, tren positif juga terlihat dari peningkatan IPM, penurunan rasio gini, serta komitmen terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Dalam mendukung target nasional, Pemkab Magetan ditargetkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 4,69 hingga 5,23 persen. Selain itu, tingkat kemiskinan diproyeksikan berada pada kisaran 7,39 hingga 8,24 persen, tingkat pengangguran terbuka 2,74 hingga 3,5 persen, serta IPM pada rentang 77,59 hingga 78,49.
Endy juga mengingatkan adanya tantangan global, termasuk dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi Jawa Timur, terutama sektor industri pengolahan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Karena itu, pemerintah daerah didorong mulai melakukan langkah efisiensi dan adaptasi, seperti penghematan energi serta inovasi kebijakan kerja untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dalam arah pembangunan ke depan, Pemprov Jatim meminta Kabupaten Magetan memberi perhatian pada sejumlah sektor prioritas, antara lain pemenuhan layanan dasar air minum dan sanitasi, penataan kawasan kumuh, pembangunan rumah terjangkau, serta penguatan konektivitas infrastruktur dan transportasi.
Selain itu, pengembangan sektor unggulan seperti jasa pendidikan, kesehatan, serta peningkatan investasi di sektor industri pengolahan juga menjadi fokus utama.
Di bidang sosial, percepatan penanganan stunting, penguatan layanan kesehatan, hingga standarisasi Posyandu turut menjadi agenda prioritas yang harus diakselerasi.
“Musrenbang ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. [fiq/beq]






