Surabaya (beritajatim.com) Pemandangan pelajar berjalan dengan tas besar di punggung sudah menjadi hal yang umum.
Namun di balik kebiasaan tersebut, beban tas yang terlalu berat ternyata dapat memberi tekanan pada tulang belakang anak dan berisiko memicu gangguan postur tubuh jika terjadi dalam jangka panjang.
Anak dan remaja masih berada dalam masa pertumbuhan sehingga struktur tulang mereka belum sepenuhnya kuat seperti orang dewasa.
Jika setiap hari harus membawa beban yang terlalu berat, tubuh akan berusaha menyesuaikan diri dengan cara mengubah postur, misalnya dengan membungkuk atau condong ke depan saat berjalan.
Para ahli kesehatan umumnya menyarankan agar berat tas sekolah tidak melebihi sekitar 10 hingga 15 persen dari berat badan anak. Batas tersebut dianggap lebih aman untuk mengurangi tekanan berlebih pada tulang belakang.
Jika beban tas melampaui batas tersebut dan terjadi secara terus-menerus, anak berisiko mengalami berbagai keluhan fisik. Mulai dari nyeri pada bahu dan leher, ketegangan otot di punggung, hingga perubahan postur tubuh.
Dalam jangka panjang, tekanan yang berulang pada tulang belakang juga dapat memicu gangguan postur, salah satunya Kifosis.
Kondisi ini terjadi ketika punggung bagian atas melengkung secara berlebihan sehingga tubuh terlihat membungkuk. Jika tidak diperhatikan sejak dini, kebiasaan postur yang kurang baik dapat memengaruhi bentuk tulang belakang seiring pertumbuhan anak.
Selain berat tas, cara membawa tas juga dapat memengaruhi kesehatan tulang anak. Tas yang hanya digantung pada satu bahu dapat membuat beban tidak seimbang sehingga tubuh cenderung miring untuk menahan beratnya.
Karena itu, pelajar disarankan menggunakan tas ransel dengan dua tali bahu agar beban dapat terbagi secara merata.
Posisi tas juga sebaiknya tidak terlalu rendah dan menempel dekat dengan punggung sehingga tekanan pada tulang belakang dapat berkurang.
Di sisi lain, peran orang tua dan sekolah juga penting untuk membantu mengurangi beban tas pelajar.
Misalnya dengan memastikan anak hanya membawa perlengkapan yang benar-benar diperlukan atau mengatur jadwal pelajaran agar siswa tidak perlu membawa terlalu banyak buku setiap hari.
Memperhatikan berat tas sekolah mungkin terlihat sebagai hal kecil. Namun, kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan tulang anak sejak dini sekaligus mencegah berbagai gangguan pada punggung di kemudian hari. [Meychel Salsabyla]






