Surabaya (beritajatim.com)- Bagi perempuan yang memiliki siklus aktif, melihat kalender dan menyadari bahwa jadwal menstruasi sudah lewat satu minggu sering kali memicu rasa cemas.
Pikiran pertama yang biasanya muncul adalah ketakutan akan kehamilan. Padahal, bagi kamu yang belum menikah atau memang tidak sedang merencanakan kehamilan, tubuh sebenarnya sedang mencoba mengirimkan sinyal lain.
Secara umum, siklus menstruasi berlangsung sekitar 28 hari. Namun, rentang 21 hingga 45 hari masih tergolong normal pada sebagian perempuan.
Jika menstruasi datang lebih lambat dari biasanya, ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya.
Stres Berlebih
Stres menjadi salah satu faktor yang cukup sering memengaruhi siklus menstruasi. Saat seseorang mengalami tekanan emosional atau mental, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti kortisol.
Kondisi ini dapat memengaruhi kerja bagian otak yang mengatur hormon reproduksi. Akibatnya, proses ovulasi bisa tertunda sehingga menstruasi datang lebih lambat dari jadwal biasanya.
Perubahan Pola Aktivitas dan Olahraga
Perubahan aktivitas harian juga bisa memengaruhi siklus haid. Misalnya, bepergian jauh yang menyebabkan perubahan jam tidur atau ritme tubuh.
Selain itu, olahraga dengan intensitas sangat tinggi juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama jika dilakukan secara mendadak atau disertai penurunan berat badan yang signifikan. Kondisi ini dapat membuat tubuh menunda proses ovulasi.
Gangguan Hormon atau Kondisi Medis
Dalam beberapa kasus, telat haid juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Salah satu yang cukup sering terjadi adalah PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), yaitu gangguan hormon yang dapat memengaruhi proses pematangan sel telur. Selain itu, masalah pada kelenjar tiroid juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Ketika hormon tiroid tidak seimbang, siklus haid bisa menjadi tidak teratur.
Pengaruh Obat dan Perubahan Usia
Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Beberapa jenis obat, seperti obat hormon, obat tiroid, atau obat untuk kesehatan mental, dapat memicu perubahan pada keseimbangan hormon tubuh. Faktor usia juga turut berperan. Pada remaja yang baru mulai menstruasi, siklus haid yang belum teratur masih tergolong normal karena tubuh masih dalam tahap penyesuaian.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Meski telat haid sesekali masih tergolong wajar, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan jika terjadi berulang kali. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis jika menstruasi tidak datang selama tiga bulan berturut-turut atau disertai gejala lain yang tidak biasa.
Menjaga pola tidur yang cukup, mengelola stres, serta menerapkan pola makan yang seimbang dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan reproduksi. [Meychel Salsabyla]






