Surabaya (beritajatim.com) – Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS), resmi memulai langkah strategis untuk melantai di pasar modal global. Pada 20 Maret 2026, Perseroan mengumumkan telah menyampaikan permohonan pencatatan saham (Form A1) kepada The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX).
Langkah ini diambil hanya berselang enam bulan setelah keberhasilan Initial Public Offering (IPO) Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada September 2025 lalu. Dalam aksi korporasi besar ini, MGR menunjuk dua raksasa finansial, UBS Securities Hong Kong Limited dan CITIC Securities (Hong Kong) Limited, sebagai joint sponsors.
Rencana pencatatan saham di Hong Kong (Dual Listing) ini bertujuan untuk memperluas akses MGR terhadap basis investor institusi global. Manajemen meyakini bahwa kehadiran di bursa internasional akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta memberikan fleksibilitas pendanaan yang lebih besar untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
“Penyampaian permohonan pencatatan kami di HKEX merupakan langkah penting setelah keberhasilan IPO kami di Indonesia dan dimulainya produksi di Tambang Pani awal tahun ini,” ujar Boyke Poerbaya Abidin, Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk.
Ia menambahkan bahwa fokus utama Perseroan saat ini adalah meningkatkan operasional secara aman sambil terus memperkuat standar tata kelola (GCG) sesuai dengan regulasi internasional.
Ambisi MGR untuk melantai di Hong Kong didukung oleh fundamental operasional yang kuat melalui Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Proyek ini diproyeksikan akan menjadi salah satu dari dua tambang emas primer dengan produksi tertinggi di Asia pada tahun 2030.
Beberapa pencapaian krusial yang telah diraih MGR di awal tahun 2026 meliputi:
* Februari 2026: Keberhasilan penuangan emas pertama (first gold pour).
* Maret 2026: Penyelesaian penjualan emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melalui perjanjian domestik selama dua tahun.
Meski draf dokumen pencatatan (application proof) sudah dipublikasikan di situs resmi Bursa Hong Kong, manajemen mengingatkan bahwa dokumen tersebut masih bersifat draf dan tunduk pada penelaahan regulator serta kondisi pasar.
“Pemegang saham dan calon investor disarankan untuk tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi atas efek Perseroan, karena belum ada jaminan mutlak bahwa permohonan pencatatan ini akan selesai atau terlaksana sepenuhnya,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.[rea]






