Situbondo, (beritajatim.com) – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Situbondo pada Selasa (24/3/2026) malam, menyebabkan satu unit rumah beserta warung milik warga di Kecamatan Panarukan ambruk. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.50 WIB di pinggir Pantai Pathek, tepatnya di Kampung Gelung Selatan RT 013 RW 006, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk merupakan milik almarhum Heru Sudarmanto yang saat ini ditempati oleh Pujiono (26) dan keluarganya.
“Kejadian ini disebabkan oleh cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan bangunan rumah permanen dan warung semi permanen tersebut ambruk. Saat kejadian, istri Pujiono, Ibu Hanifa (23), sedang berada di dalam rumah bersama anaknya. Ia sempat terkejut mendengar suara gemuruh dan langsung menyelamatkan diri ke luar,” ujar Puriyono Rabu (25/3/2026) pagi.
Puriyono menambahkan bahwa tidak ada korban luka maupun meninggal dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp25.000.000, mengingat bangunan yang rusak cukup berat dengan ukuran panjang 20 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 3 meter.
“Kami bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga. Kami melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Panarukan, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa Gelung, serta para relawan di lokasi kejadian,” jelasnya.
Selain melakukan asesmen cepat dan pendataan dampak kerusakan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem dengan angin kencang dan hujan intensitas lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan bencana. Jika melihat potensi bahaya, segera laporkan dan selamatkan diri. Saat ini kondisi cuaca di lokasi masih gerimis, namun kami akan terus memantau perkembangannya,” pungkas Puriyono.
BPBD Situbondo juga telah merencanakan tahap pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitupasna) dan penyaluran bantuan logistik bagi keluarga terdampak.
Beberapa unsur yang turut hadir ke lokasi antara lain Staf Kecamatan Panarukan, anggota Polsek dan Koramil Panarukan, anggota Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Situbondo, Tagana Dinsos Kabupaten Situbondo, serta warga setempat. (awi/aje)






