Surabaya (beritajatim.com) Pihak Polsek Bubutan terus bekerja keras untuk menangkap pelaku pembacokan terhadap dua remaja Dupak berinisial HI dan YA saat malam takbiran Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026) lalu. Terbaru, polisi mendapatkan rekaman CCTV yang mengidentifikasi enam pelaku mengendarai dua sepeda motor jenis matic merk Honda Vario dan Yamaha Mio.
Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra mengatakan, saat kejadian korban melintas dari arah Pusat Grosir Surabaya (PGS) menuju kebarat ke arah RS IBI. Mereka lantas belok kanan dan berbelok ke Dupak Jaya dengan melawan arah.
“Dari arah berlawanan datang pelaku mengendarai dua sepeda motor masing-masing berboncengan tiga. Mereka lalu menghentikan laju kendaraan korban secara mendadak,” kata Sandi, Rabu (25/3/2026).
Para pelaku lantas menghajar HI dan YA tanpa alasan yang jelas. Para pelaku memukul korban dengan benda sejenis tongkat kayu dan senjata tajam.
“Salah satu korban dibacok (oleh pelaku). Sementara satu lainnya (korban) berhasil melarikan diri dan kembali sambil membawa balok kayu dengan maksud membubarkan aksi para pelaku,” terangnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, diduga penyerangan pelaku dilakukan secara acak. Karena, polisi tidak menemukan keterkaitan antara korban dan pelaku.
“Untuk motif masih kami dalami. Namun sementara hasil penyelidikan antara korban dan pelaku tidak saling kenal. Kami masih terus lakukan penyelidikan untuk memburu pelaku,” tegas Sandi.
Diketahui sebelumnya, Dua remaja asal Dupak, Surabaya menjadi korban pembacokan dari sekelompok remaja diduga gangster saat malam takbiran, Sabtu (21/3/2026) dini hari kemarin. Kejadian itu membuat salah satu korban berinisial HI mengalami luka senjata tajam dengan lebar 10 sentimeter dan kedalaman 4 sentimeter.
Perwakilan keluarga korban, Poppy Ananta menceritakan, mulanya korban baru pulang dari silaturahmi dan hendak pulang ke rumah di Jalan Dupak 6. Saat akan masuk gang rumah, dua korban yakni HI dan YA langsung dihadang oleh enam orang dengan mengendarai dua sepeda motor.
“Saudara ipar saya itu dihadang terus sempat ditanya sama pelaku anak mana terus mau kemana. Sama saudara saya dijawab mau pulang. Karena memang sudah di depan gang itu,” kata Poppy, Minggu (22/3/2026).
Keenam pelaku kemudian turun dari sepeda motor dan langsung mengeroyok HI dan YA. Menurut Poppy, Keenam pelaku mengeroyok korban dengan brutal mengenakan senjata tajam dan bambu.
“Dua saudara saya langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Kemarin adik ipar saya YA itu perlu observasi lanjut di RS Surabaya Medical Service (SMS). Sementara HI adik sepupu saya mengalami luka bacok di punggung kiri,” terangnya.
Poppy memastikan jika dua korban tidak terlibat masalah apapun dengan para pelaku. Ia menduga jika kelompok pemuda yang melakukan penyerangan adalah gangster yang beraksi secara acak. Para pelaku juga mengambil handphone korban.
“Tidak ada masalah sebelumnya. Tidak senggolan atau apapun. Jadi murni dua saudara saya mau pulang ke rumah nenek lalu dicegat dan dikeroyok,” pungkasnya. (ang/aje)






