Surabaya (beritajatim.com) – Dunia pendidikan Jawa Timur (Jatim) segera menghadapi rentetan kompetisi bergengsi usai libur Idulfitri 1447 H. Persaingan akademik dan non-akademik menanti di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menetapkan masa libur sekolah pada 16-29 Maret 2026. Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai meminta siswa memanfaatkan waktu tersebut untuk menjaga kondisi fisik.
Persiapan matang menjadi kunci menghadapi jadwal yang sangat padat. Aries menekankan pentingnya fokus belajar dan berlatih agar delegasi Jatim mampu mempertahankan prestasi di kancah nasional.
Aries meminta para murid segera mematangkan persiapan teknis sebelum kompetisi dimulai. Prestasi tinggi menjadi target utama bagi seluruh sekolah di tingkat SMA, SMK, dan SLB.
“Setelah kembali ke sekolah nanti, para murid diharapkan bisa kembali fokus belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Aries dikutip Selasa (24/3/2026).
Persiapan tersebut sangat krusial untuk mengharumkan nama daerah. Ia ingin setiap individu memberikan kemampuan terbaik dalam setiap tahapan seleksi kompetisi yang akan diikuti siswa.
“Hal itu diperlukan agar dapat meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah serta Jawa Timur di tingkat nasional,” ungkap pria lulusan IPDN tersebut.
Sejumlah ajang besar seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) segera bergulir. Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) juga masuk dalam daftar.
Persaingan berlanjut pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bagi SMK serta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Ada pula ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).
Aries berharap libur panjang menjadi momentum pengisian energi positif bagi siswa. Mereka diharapkan kembali ke sekolah dengan mental pemenang untuk menghadapi padatnya agenda perlombaan tersebut.
“Sampai bertemu kembali di sekolah pada momentum bulan Syawal dengan semangat baru untuk terus belajar dan berprestasi,” jelas Aries.
“Semoga libur Lebaran ini membawa kebahagiaan dan semangat baru dalam menjalankan tugas di dunia pendidikan,” pungkasnya. [ipl/suf]






