Surabaya (beritajatim.com) – Dua remaja asal Dupak, Surabaya menjadi korban pembacokan dari sekelompok remaja diduga gangster saat malam takbiran, Sabtu (21/3/2026) dini hari. Kejadian itu membuat salah satu korban berinisial HI mengalami luka senjata tajam dengan lebar 10 sentimeter dan kedalaman 4 sentimeter.
Perwakilan keluarga korban, Poppy Ananta menceritakan, mulanya korban baru pulang dari silaturahmi dan hendak pulang ke rumah di Jalan Dupak 6. Saat akan masuk gang rumah, dua korban yakni HI dan YA langsung dihadang oleh enam orang dengan mengendarai dua sepeda motor.
“Saudara ipar saya itu dihadang terus sempat ditanya sama pelaku anak mana terus mau kemana. Sama saudara saya dijawab mau pulang. Karena memang sudah di depan gang itu,” kata Poppy, Minggu (22/3/2026).
Keenam pelaku kemudian turun dari sepeda motor dan langsung mengeroyok HI dan YA. Menurut Poppy, Keenam pelaku mengeroyok korban dengan brutal mengenakan senjata tajam dan bambu.
“Dua saudara saya langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Kemarin adik ipar saya YA itu perlu observasi lanjut di RS Surabaya Medical Service (SMS). Sementara HI adik sepupu saya mengalami luka bacok di punggung kiri,” terangnya.
Poppy memastikan jika dua korban tidak terlibat masalah apapun dengan para pelaku. Ia menduga jika kelompok pemuda yang melakukan penyerangan adalah gangster yang beraksi secara acak. Para pelaku juga mengambil handphone korban.
“Tidak ada masalah sebelumnya. Tidak senggolan atau apapun. Jadi murni dua saudara saya mau pulang ke rumah nenek lalu dicegat dan dikeroyok,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dan langsung melakukan penyelidikan. Saat ini, anggota reskrim Polsek Bubutan masih mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. “Sudah monitor dan saat ini masih penyelidikan,” terang Sandi. [ang/suf]







1 Komentar
sby darurat