Mojokerto (beritajatim.com) – Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah terasa hangat dan penuh kebersamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto.
Usai mengikuti Salat Idul Fitri di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Mojokerto, seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menikmati sate khas Blora.
Sejak pagi hari, gema takbir berkumandang di dalam Lapas, menambah kekhusyukan momen hari kemenangan. Warga binaan tampak antusias dan tertib mengikuti seluruh rangkaian ibadah yang dipimpin imam sekaligus khotib dari Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan turut melaksanakan Salat Idul Fitri bersama para warga binaan. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kedekatan sekaligus wujud pembinaan yang humanis di lingkungan pemasyarakatan.
“Idul Fitri adalah momen untuk kembali suci. Kami berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan ini sebagai titik awal untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya, Sabtu (21/3/2026).
Usai salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Remisi Khusus Idul Fitri kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif serta menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pidana. Berdasarkan data, sebanyak 461 warga binaan menerima remisi dengan berbagai besaran pengurangan masa pidana.
Suasana Lebaran di dalam Lapas semakin terasa hangat setelah rangkaian kegiatan resmi berakhir. Seluruh warga binaan mendapatkan pembagian snack sebagai bentuk kebersamaan sederhana yang menghadirkan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Tidak hanya itu, hidangan khas berupa sate khas Blora dan es teh juga disajikan, menambah semarak perayaan Idul Fitri di dalam Lapas Kelas IIB Mojokerto. Warga binaan tampak menikmati momen tersebut dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan, menciptakan suasana Lebaran yang humanis dan penuh harapan baru selama menjalani masa pembinaan. [tin/ted]






