Mojokerto (beritajatim.com) – Jebolnya tanggul Sungai Sadar di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada, Jumat (20/3/2026) malam membuat ratusan warga terdampak banjir.
Sebanyak 178 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tinggar Buntut dilaporkan tidak bisa merayakan Lebaran seperti biasa karena rumah mereka terendam air.
Kepala Desa (Kades) Tinggar Buntut, Sujiandoko menyebut, total ada 178 KK yang terdampak akibat jebolnya tanggul di wilayah Desa Jumeneng. Meski ketinggian air sempat mencapai 80 sentimeter pada malam hari, kondisi berangsur surut pada pagi hari menjadi sekitar 10 sentimeter.
Menurutnya, hujan merata yang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto sebelumnya membuat debit Sungai Sadar meningkat drastis sehingga tidak mampu menampung aliran air. Selain itu, material berupa potongan bambu yang terbawa arus diduga menyangkut di tanggul hingga akhirnya menyebabkan tanggul jebol.
“Selama 25 tahun baru kali ini terjadi banjir seperti ini. Semalam warga sampai harus mengeluarkan barang-barang ke jalan dan tidak bisa tidur karena mengungsi sambil menjaga harta benda. Kemarin malam, sempat ada bantuan tenda darurat untuk warga terdampak tapi hari ini belum ada,” ungkapnya, Sabtu (21/3/2026).
Peristiwa ini membuat suasana menjelang Lebaran di Desa Tinggar Buntut berubah menjadi keprihatinan. Warga berharap ada penanganan cepat dari pihak terkait, baik untuk perbaikan tanggul maupun bantuan kebutuhan darurat bagi korban banjir. [tin/ted]






